Jumat, 20 September 2013

Mengapa Anak TK Tak Boleh Diajari Calistung?

Tulisan ini untuk para calon orangtua, calon ayah, dan juga calon ibu hebat masa depan.
Cuma co-pas siih, tetapi semoga bermanfaat :))

Mengapa Anak TK Tak Boleh Diajari Calistung?


Oleh: Yani Widianto

Pertanyaan bpk ANH:
Apa dengan tidak mengajarkan ke anak (Calistung) di usia emas nya itu berarti memanjakankan anak yang memiliki kemampuan akademisnya…..
Kita khan bisa menyelipkan huruf2 ato angka2 dalam proses bermain anak. Kalau mereka mampu kenapa tidak diteruskan (kemampuan otak anak juga berbeda-beda ada yang mudah nangkap dan ingatannya tajam dan ada juga yang tidak khan Bu…..)

Jawaban:
Jd begini Pak, kami menyadari bahwa mayoritas orang Indonesia itu tdk memahami perkembangan otak anak, hal itu mengakibatkan para ortu salah mengasuh dan para guru salah mendidik. Dan apa akibatnya dr salah2 itu?

Kita bisa lihat orang tua yg seharusnya sdh dewasa bertingkah spt anak2. Banyak. Contoh gampangnya anggota DPR kita yth. Tingkahnya persis anak TK. Kerja nggak bener tp minta imbalan lebih, nggak dikasih ma rakyat tp malah ngelunjak.

Contoh ke-2, kita lebih banyak mencetak insan2 bermental pegawai bukan visioner, bukan pakar/ahli dibidang masing2, bukan orang2 yg bermental pengusaha pembuka lowongan kerja. Rakyat Indonesia tdk suka mengambil resiko kegagalan, pilih jd pegawai krn tenang mendapat gaji bulanan tp ketika di PHK kelabakan nggak punya keterampilan.

Contoh ke-3, kita terbiasa mengapresiasi rangking teratas (5/10 besar), nilai sempurna (80-100) kita jarang mengapresiasi kerja keras mereka dalam belajar. Padahal ada anak yg sudah belajar mati2an tapi mereka tetep gak dpt nilai bagus gak dapet rangking krn kemampuan mereka tdk sama dan bakat mereka pun beda2. Akibatnya? ketika UN sekolah melakukan kecurangan diamini oleh ortu (sdh terjadi bukan?) Kalau anak2 kita terbiasa dihargai kerja kerasnya bukan angka atau nilainya semata, mereka pasti menolak disuruh curang, karena mereka PD dengan hasil usaha belajarnya sendiri, tapi nyatanya…buanyakkk anak2 itu yg melaksanakan perintah memalukan itu. Dan kita sekarang pun memiliki pahlawan cilik kejujuran segala.

Para ahli otak di dunia termasuk di Indonesia semacam Indonesian Neuroscience Society sdh lama melakukan penelitian bahwa: otak anak2 itu belum berkembang sempurna(matang) hingga dia berusia 20-25th! stlh sempurna baru mereka dianggap yg namanya “Dewasa”. Bayangkan!

Rabu, 18 September 2013

UGM Raih Ilmuwan Biologi Kontributif MIPA UI Award 2013

UGM Raih Ilmuwan Biologi Kontributif MIPA UI Award 2013
Dosen UGM kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc meraih penghargaan sebagai Ilmuwan Biologi Kontributif pada MIPA UI Wrad 2013. MIPA UI Award merupakan salah satu rangkaian dari MIPA Untuk Negeri (MUN) 2013, 2-7 September di kampus UI Jakarta. Beberapa kategori lain yang juga diperlombakan pada kompetisi ini yaitu untuk kategori bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Geografi.
Budi Daryono menyisihkan nominator lain dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Ia menjelaskan predikat yang disandangnya antara lain dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jurnal nasional/internasional yang pernah ditulis, aplikasi jurnal/paper yang sudah dilakukan hingga penghargaan yang pernah diraih.
“Penghargaan dari luar UGM tersebut mudah-mudahan bisa memacu semangat dari peneliti lainnya untuk terus berprestasi,”kata Budi, Kamis (12/9).
Ia menambahkan kompetisi tahunan yang digelar oleh BEM FMIPA UI ini diharapkan bisa memajukan MIPA sebagai ilmu dasar. Selain itu generasi muda juga akan semakin tertarik untuk belajar MIPA.
Budi Daryono yang dikenal sebagai peneliti melon UGM ini sebelumnya telah meraih beberapa penghargaan internasional, seperti pada Young Scientist Award, The International Society for Horticultural Science (ISHS) (2001); Semi-Special Selection Award oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) (2001); Science and Technology Award dari Indonesia Toray Science Foundation (2008); serta Business Plan Competition PPI Jepang (2011).
Mahasiswa Fakultas Geografi Juara 1 Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia
Selain  berjaya pada level dosen, UGM juga meraih juara pertama pada Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia pada ajang tersebut. Tiga orang mahasiswa Fakultas Geografi UGM meraih penghargaan ini pada kategori poster subtema Konservasi Energi. Mereka adalah Andika Putri Firdausy, Azzadiva Ravi Sawungrana, dan Ima Rahmawati dari Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, UGM 2012.
Mereka mengusung dua judul pada dua subtema Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia yaitu: “Estimasi Penempatan Sumber Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut di Kawasan Pantai Karst, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta” pada subtema konservasi energi dan “Penentuan Zona Mangrove sebagai Area Biofilter Alami  dalam Upaya Mereduksi Pencemaran Lingkungan di Pantai Utara Semarang”. Karya tulis pada subtema Konservasi Energi-lah yang berhasil mendapatkan juara dengan mengalahkan tim yang lain.

MIPA Untuk Negeri (MUN) merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh BEM Fakultas MIPA UI dan merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk menyalurkan ide-ide kreatif dalam memajukan bangsa. Acara MUN 2013 ini dilaksanakan pada tanggal 2-7 September 2013 di Universitas Grand OpeningTalkshow, Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia, dan acara puncak yaitu MIPA UI Awards pada tanggal 7 September 2013 (Humas UGM/Satria AN)
First time, dan yang lain harus menyusul! Bismillah.


Bersama kontingen UGM di MIPA UNTUK NEGERI 2013, Universitas Indonesia

Source: Website UGM

Jingle SIGPW

Jingle SIGPW dengan lirik ini.
Semacam jingle yang membawa semangat dalam memperbaiki diri dan memimpin bangsa ini dengan jiwa geografi.
Geografi Jaya!
SIGPW berSATU!

Selasa, 10 September 2013

Mengejar Mimpi (Part kesekian)

Bismillah.
Semacam late post sih sebenarnya. Karena catatan lebih banyak saya tulis di handphone sembari mengisi waktu luang. Tapi, better late than never, right? Hehee
Oke, saya akan memperkenalkan dua sahabat saya ini. Mereka adalah orang-orang yang sangat bersemangat dan kreatif. Pokoknya superduper deh!

 

Senin, 26 Agustus 2013

Minggu, 25 Agustus 2013

Sekokoh Janji

Ini adalah potongan dari salah satu buku favorit saya, Dalam Dekapan Ukhuwah oleh Salim A. Fillah
Bagaimana ternyata ukhuwah dalam islam itu sangat menawan. Tidak pernah ada kebohongan, apalagi pengkhianatan. Tidak pernah ada namanya saling menyakiti. Semua dilakukan karenaNya, hanya karenaNya.

Dalam Dekapan Ukhuwah, page 410:

ASAS UTAMA dalam hidup berjama’ah yang sekokoh janji adalah kepercayaan.


Mimpi ?

Mimpi itu...

Ingin bercerita sedikit tentang mimpi.
Pernah suatu ketika, sekitar 3 tahun yang lalu, aku memiliki sebuah mimpi. Bagiku, mimpi itu sah-sah saja dimiliki oleh anak seumuranku. Tapi...
Ya. Aku pernah bermimpi, berkeinginan dengan sangat untuk memasuki sebuah jurusan untuk kuliahku nanti. Wajar saja bagi seorang anak SMA sepertiku (dulu) memiliki impian seperti itu. Hanya saja, entahkenapa orang terdekatku seakan mencegah dan melarangku. Caranya bahkan bisa dibilang terlalu blak-blakan. Entah karena terlalu jujur, aku saja yang terlalu sensitif, atau memang begitu adanya? Entahlah. Yang pasti aku tahu aku ingin. Itu saja.
Lalu berikutnya, sepertinya aku sadar bahwa passionku memang tidak disitu. Aku mencoba ikhlas walau terkadang masih sedikit sedih dengan cara yang pernah kuterima. Lalu mimpiki berikutnya adalah ingin menjadi penulis. Lagi, mimpiku dipatahkan. Katanya, aku tidak berbakat menulis. Ada sesorang di dekatku yang lebih pandai menulis, lebih bagus tulisannya daripadaku. Sakit? Tentu saja. Belum apa-apa mimpiku sudah dipatahkan, bahkan oleh orang yang kupercaya sekalipun. Tapi yasudahlah, toh menulis itu bisa diman saja. Dan baru kusadari, mungkin hal itulah yang membuatku sering ogah mempublikasikan tulisanku. Mungkin. Entahlah.
Tetapi sekarang, ternyata aku bisa bergabung dengan salah satu organisasi kepenulisan. Ya meskipun porsiku masih sebagai anggota amatiran, tetapi tetap saja hal ini membuktikan bahwa ternyata mimpi itu masih ada.
Satu lagi mimpiku, adalah berkuliah di salah satu universitas ternama di negeri ini. Tak terlalu muluk, kan untuk seorang anak SMA?  Dan, ternyata aku mendapatkan dukungan, penuh. Bahagianya diriku. Tapi ternyata cerita tidak berhenti sampai disitu. (bisa dibaca di: http://andikaputrii.blogspot.com/2013/01/im-earth-doctor.html)

Pernah, seorang teman bercerita kepadaku. Dia bercerita akan mimpinya yang ini-itu. Akupun sangat antusias dan memberinya semangat. Lalu di akhir, dia mengatakan: "mungkin sebaiknya aku mengubur semuanya, mimpi-mimpiku sudah tidak berarti lagi. orangtuaku tidak menginginkannya..."
Sedih sekali hati ini mendengarnya, perih. Lalu kukatakan padanya, bahwa mimpi-mimpinya yang luar biasa itu, justru suatu saat dapat membuat orangtuanya bangga, dan bahkan meminta lebih dari yang dia lakukan. Dan alhamdulillah, setidaknya dia masih melanjutkan usaha untuk meraih mimpinya, meski aku tidak tahu lagi bagaimana ceritanya.

Satu hal yang kudapat dari mimpi adalah: Jangan pernah mematikan mimpi, atau bahkan menguburnya!
Tidak!
Mimpi adalah suatu hal yang harus terus dikejar, harus terus diperjuangkan. Kalau perlu sampai titik darah penghabisan.
Mengejar mimpi, itu tidak berarti hanya memikirkan dunia tetapi justru merupakan sarana untuk meraih mimpi abadi di akhirat. Ya. Masih banyak jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan semuanya: kebahagiaan dunia dan akhirat.

Raih semua mimpimu, jadikan ia sebagai jembatan menuju mimpi abadi di jannahNya.
Bismillah.

Berkumpul di Jannah