Ceritanya pagi itu saya sudah siap-siap pergi menjemput rizqi (?) *apasih. Kemudian, qadarullah, si Kakak ditemukan gembos oleh tetangga kamar. What??? Kakak, apa yang kamu makan nak, perasaan semalam pulang masih sehat-sehat aja. Ada-ada aja hihi. xD
Seakan tau banget saya udah lama engga olahraga :p, akhirnya pagi-pagi harus menuntun si Kakak ke tambal ban terdekat. Karena sepertinya sudah sejak semalam bocor, jadi digeserpun sudah cukup berat, apalagi dituntun yak. Baru beberapa belas meter, saya sudah cukup merasa ‘menggeh-menggeh’ alias terengah-engah. *tariknapas*
Saking ‘panik’nya karena sebelumnya pernah bocor dan malah velg motornya penceng dan ngga enak dipake, saya bersemangat sekali menuntun si Kakak. Sampai akhirnya ketemu Ibu-Bapak yang ngeliatin saya aneh, seakan bilang: we lha ngopo embak ndadak dituntun barang, kurang gawean po piye ._. dan akhirnya menyarankan saya untuk ‘dinyalain aja mbak mesinnya’. Deg, baru sadar, kan bisa yaa nyalain mesin aja meski ga dinaikin yaa, kok tadi engga kepikiran kyaaa. Alhamdulillaah. Jrenggg, akhirnya perjuangan berlanjut xD
Pas jalan lagi, kebetulan menuju tambal ban saya dan Kakak harus melawan arus di jalan ringroad utara, subhanallah sekali.Aapalagi di arah berlawanan lampu hijau menyala, yak, semangat diliatin banyak orang :p mana si Kakak berat juga ya ternyataaa. Di tengah ‘perjuangan’ bersama si Kakak, kemudian saya jadi ingat sesuatu...
Perjuangan menyusuri pantai Sixteen di Temajuk :3 puasa2 siang bolong diantara pasir ya Allaah :’)
Seperti air yang membawa kesegaran, seperti angin yang membawa kesejukan, dan seperti api yang membawa kehangatan.
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 Maret 2017
Senin, 26 Oktober 2015
Kebajikan vs Dosa
Hadits Arba'in 27: Antara Kebajikan dan Dosa
Nawwas bin Sam'an ra. berkata, Nabi saw. bersabda,
"Kebajikan adalah akhlak terpuji, sedangkan dosa adalah apa yang meresahkan jiwa dan kamu tidak suka bila dilihat orang lain." (h.r. Muslim)
Riwayat lain menyebutkan, Wabishah bin Ma'bad ra., berkata, Aku mendatangi Rasulullah saw., lalu beliau bertanya,
"Kamu datang untuk bertanya tentang kebajikan?" Aku menjawab, "Ya." Beliau bersabda, "Tanyakan kepada hatimu sendiri. Kebajikan adalah apa yang membuat jiwa dan hatimu tenteram, sedangkan dosa adalah apa yang membuat jiwa dan hatimu gelisah, meskipun orang lain berulang kali membenarkanmu." (h.r. Imam Ahmad bin Hambal dan Imam Ad-Darimi. Hadits ini hasan).
Tiba-tiba, saya ingat materi kelas Tafsir Hadits malam itu. Rabu malam yang syahdu. Ustad sedang membahas tentang tafsir mengenai Hadits Arba'in yang ke-27.
Hadits ini cukup mak jleb-jleb buat saya, kyaaa.
Hadits ini cukup mak jleb-jleb buat saya, kyaaa.
Kenapa?
Silahkan kembali dicermati redaksi haditsnya. Betapa manusia itu sungguh keterlaluan.....
Sebenarnya Allah telah menciptakan hati kita sedemikian rupa sehingga pasti kita bisa merasakan mana perbuatan yang termasuk kebajikan, dan mana yang termasuk dosa. Hati adalah organ yang sangat 'sensitif'. Bahkan, pikiran buruk 'saja' akan mempengaruhi keadaan hati kita, termasuk secara fisik. Seharusnya hati menjadi pengingat utama diri kita. Hati yang senantiasa bersih akan selalu peka dengan apa-apa yang disekitarnya.
Sayangnya, terkadang kita sendiri yang menolak kata hati kita. Kita lebih sering 'memaklumi' diri kita sendiri. Padahal sebenarnya Allah telah menunjukkan kebenaran yang sejati melalui hati kecil kita.
Kita menjadi terlalu sering memberi pemakluman terhadap perbuatan kita sendiri, padahal hati kecil kita sudah melarangnya. Kita menjadi lebih sering mencari-cari pembenaran dari orang lain; yang meskipun dianggap salah oleh orang lain, kita akan tetap merasa benar; atau bahkan, yang meskipun dibenarkan orang lain, sebenarnya hati kitapun sudah mengetahui mana yang benar dan salah. Hanya, mata kita yang tertutup; atau, hati kita sudah tak mampu membedakan yang haq dan bathil lagi? :')
Benar. Terkadang perasaan was-was ketika (akan) merasakan, mengucapkan, atau melakukan sesuatu itu hal yang wajar, baik malah. Disitulah hati kita bekerja; ia akan memberikan sinyal-sinyal apakah yang akan kita pilih itu suatu kebajikan atau justru sebaliknya. Akan tetapi, jika hati kita sudah tidak merasakan perasaan was-was ketika sudah jelas-jelas akan melakukan perbuatan dosa, maka kita sudah berada di ambang batas dimana diri kita sudah tak mau dan tak mampu membedakan yang haq dan bathil. Segera bertobat dan kembali pada jalan yang benar.
"Yaa muqollibal quluub, tsabbit quluubana 'alaa diinik. Yaa mushorrifal quluub, shorrif quluubana 'alaa thoo'atik. Nawwir quluubanaa ya Allah, kaqolbi Rasulika ya Allah"
Semoga kita Allah senantiasa memantapkan hati-hati kita pada kebajikan. Semangat berhijrah!
-Muharram, bulan ketika kita 'berhijrah' :)
Yogyakarta, (selesai diedit 26 Oktober 2015 16:46)
Yogyakarta, (selesai diedit 26 Oktober 2015 16:46)
Selasa, 07 April 2015
KAMU
Waktu yang
mempertemukan.
Kita tidak akan pernah tahu arti sebuah pertemuan, apakah
itu awal dari kesuksesan kita, atau justru kehancuran kita. Waktu itu sekitar
bulan September 2013, ketika tiba-tiba sebuah pesan masuk ke dalam kotak masuk
HP saya. Nomor yang tidak dikenal, mengenalkan dirinya sebagai adik angkatan
yang ingin berkenalan dengan saya. Menarik, dari mana anak ini tahu nomor saya?
Mengapa dia tetiba sms saya? Beragam pertanyaan menghantui, tapi toh waktu itu saya sedikit acuh, karena
dia sendiri juga sibuk, berkali-kali diajak bertemupun belum bisa. Ya sudahlah,
mungkin belum waktunya.
Minggu, 21 September 2014
Secuil Cinta dari Jogja
Putri’s Ramadhan Diary: Secuil
Cinta dari Jogja
Bismillah.
Alhamdulillah, its Ramadhan! ^o^
Hari ini, saya merasa menjadi manusia yang paling lemah. Paling berdosa. Paling hina. BETAPA TIDAK? Hari ini masih di dalam bulan suci Ramadhan, dimana amal baik dilipatgandakan pahalanya, dimana pintu Surga dibuka selebar-lebarnya, dimana Neraka ditutup serapat-rapatnya, juga, dimana setan dan iblis dibelenggu. TAPI... Masih sempat-sempatnya saya bermalas-malasan dalam melakukan kebajikan? Astaghfirullah, ampunilah kami Rabb. Sungguh hanya Engkaulah Pembolak-balik hati kami...
RAMADHAN MASIH MALES2AN??? TERLALU! -,-“
***
Pulang
ke kotamu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu ...
Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Jogja
Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima
Menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Ditelan deru kotamu ...
Walau kini kau t'lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
***
Jumat, 06 Juni 2014
Ibu...
Mungkin aku akan terus mendewasa
Menjadi sosok yang terlihat bijak di hadapan banyak orang
Tapi
Aku tetaplah anak kecil Ibu
Anak kecil ibu yang manis dan manja
Anak kecil yang akan selalu membutuhkan Ibu...
Ibu, terima kasih....
Di tengah gelapnya malam dan keringnya air mata,
Yogyakarta, 5 Juni 2014 18:37
Selasa, 29 April 2014
KIK: Kartu Identitas K...?
KIK ?
Sebenarnya, akhir-akhir ini sedang marak berita mengenai parkir kendaraan bermotor di sejumlah fakultas di UGM. Ya, mungkin mahasiswa UGM sudah demikian sugih, sehingga membutuhkan lahan berlebih untuk memarkirkan kendaraannya (baca: mobil).
![]() |
| Sumber Foto: FB Mas Dwiky PS |
Saya jadi teringat tulisan saya ini yang sudah lama terbaikan. Bahas tulisan saya ajadeh yaaa :D
KIK.
Ada yang tahu apa itu KIK?
Kalau mahasiswa UGM mustinya sudah tau lah, ya. ^^
Kali ini saya ingin membahas KIK, dalam perspektif diri saya sendiri. Jadi ini hanyalah sebuah tulisan/opini pribadi saya. Saya meminta maaf atas kata-kata yang kurang berkenan kemudian.
Oke, pertama, mari kita tengok apa itu KIK dari perspektif kami (Mahasiswa UGM 2012).
Sabtu, 05 April 2014
Resolusi #1
Bismillah.
Pagi ini, biasa saja, seperti pagi-pagi kemarin, sebenarnya. Hanya saja, saya merasa ada beban yang bertambah di pundak saya. Saya menghadap ke arah cermin sembari bertanya, "Apa yang sudah saya lakukan selama 20 tahun ini?"
Kemudian memori berputar. Waktu dimana saya masih menjadi anak kecil yang manis, juga bandel. Kenangan pertama yang masih saya ingat adalah, ketika saya, uti, dan akung Jabung, bersama. Saat itu usia saya sekitar tiga tahun, memakai baju merah, dan topi dengan kepangan rambutnya di belakang. Kami berfoto di sebuah sekolah dasar tempat Akung mengajar. Ya Allah, Akung, Uti, Putri kangen.. Semoga Allah surga-kan Akung, dan bertemu dengan Putri dan Uti, kelak. Terima kasih atas kasih sayang Akung dan Uti pada cucu pertama ini. :")
Lalu teringat ketika saya berumur sekitar 4-5 tahun, saat sekolah taman kanak-kanak. Kedua orangtua saya memiliki pekerjaan, sehingga pada waktu kecil saya tidak pernah ditunggu ketika sekolah, mengantarpun jarang kalau sedang masuk pagi. Biasanya saya bersama budhe, orang yang momong kami, saya dan adik sejak kecil. Waktu itu ayah libur bekerja (atau mungkin masuk siang, saya lupa) sehingga bisa mengantar saya ke sekolah. Seperti biasa, sebelum masuk kelas kami berbaris. Sembari berbaris saya terus memperhatikan ayah, mungkin karena saya merasa ini momen yang sangat jarang. Perlahan, kemudian ayah beranjak pergi, dan saya mulai menangis. Saya menangis dengan kencang karena tidak mau ditinggal ayah pergi. Kemudian saya dibujuk, tapi saya tetap menangis. Hingga entah bagaimana akhirnya, saya berhasil masuk ruang kelas. Ayah, Mbak sayang Ayah, Mbak sayang Allah karena Allah. Ayah, mbak kangen..
Lalu ibu. Entah saya harus menceritakan bagian yang mana. Ibu Ibuk, mbak kangen, maaf......
ps. maaf tulisan harus menggantung dan saya akhiri, saya tidak kuat kagi menulis. semoga Allah kuatkan pundak saya, semoga Allah istiqomahkan langkah saya.
Yogyakarta, 5 Apri 2014 05:28
Pagi ini, biasa saja, seperti pagi-pagi kemarin, sebenarnya. Hanya saja, saya merasa ada beban yang bertambah di pundak saya. Saya menghadap ke arah cermin sembari bertanya, "Apa yang sudah saya lakukan selama 20 tahun ini?"
Kemudian memori berputar. Waktu dimana saya masih menjadi anak kecil yang manis, juga bandel. Kenangan pertama yang masih saya ingat adalah, ketika saya, uti, dan akung Jabung, bersama. Saat itu usia saya sekitar tiga tahun, memakai baju merah, dan topi dengan kepangan rambutnya di belakang. Kami berfoto di sebuah sekolah dasar tempat Akung mengajar. Ya Allah, Akung, Uti, Putri kangen.. Semoga Allah surga-kan Akung, dan bertemu dengan Putri dan Uti, kelak. Terima kasih atas kasih sayang Akung dan Uti pada cucu pertama ini. :")
Lalu teringat ketika saya berumur sekitar 4-5 tahun, saat sekolah taman kanak-kanak. Kedua orangtua saya memiliki pekerjaan, sehingga pada waktu kecil saya tidak pernah ditunggu ketika sekolah, mengantarpun jarang kalau sedang masuk pagi. Biasanya saya bersama budhe, orang yang momong kami, saya dan adik sejak kecil. Waktu itu ayah libur bekerja (atau mungkin masuk siang, saya lupa) sehingga bisa mengantar saya ke sekolah. Seperti biasa, sebelum masuk kelas kami berbaris. Sembari berbaris saya terus memperhatikan ayah, mungkin karena saya merasa ini momen yang sangat jarang. Perlahan, kemudian ayah beranjak pergi, dan saya mulai menangis. Saya menangis dengan kencang karena tidak mau ditinggal ayah pergi. Kemudian saya dibujuk, tapi saya tetap menangis. Hingga entah bagaimana akhirnya, saya berhasil masuk ruang kelas. Ayah, Mbak sayang Ayah, Mbak sayang Allah karena Allah. Ayah, mbak kangen..
Lalu ibu. Entah saya harus menceritakan bagian yang mana. Ibu Ibuk, mbak kangen, maaf......
ps. maaf tulisan harus menggantung dan saya akhiri, saya tidak kuat kagi menulis. semoga Allah kuatkan pundak saya, semoga Allah istiqomahkan langkah saya.
Yogyakarta, 5 Apri 2014 05:28
Minggu, 09 Februari 2014
Sebuah Percakapan
Lagi-lagi hanya bisa memberikan air mata. Dan kata maaf. Allah, maafkan hamba. Ibuk, ayah, maafkan anak bandelmu satu ini, ya. Utii, lekas sehat, nggih. Jogja, semester empat, mari bersahabat!
Sembari menanti senja, dudukku tidak tenang. Akhirnya kutekan
tanda panggil di telepon genggamku. Tut...tuuut.
*Halo?
Suara seorang lelaki agak berat di seberang sana.
**Om, ini putri, hehe.
*Ooh, mau ngomong sama ibuk?
**Nggih,
om.
Lalu terdengar percakapan nun di seberang sana.
*Iki, kekno ibuk e.
Aaaa, tiba-tiba, suara mendayu, seakan menolak tapi patuh, suara anak kecil yang kurindu. Adik sholih,
apa kabarmu, sayang? Ah, manisnya suaranya. Mbak put rindu kamu, dek. :’)
Lalu
yang dilakukannya adalah mengoperkan telepon genggam tersebut kepada orang
lain.
Kali ini seorang wanita, yang kukira...
*Nduk?
**Halo, nggih.
*Ngomong karo
ibuk to?
**Oh, hehe nggih.
Dalam hati: mirip sekali suaranya. Ah, namanya juga
saudara. Bulik tangguh satu ini. Kuat ya, bulik, cobaan itu darimana saja,
insyaAllah kalau kuat dan sabar balasannya surga. Ah, maaf ponakan yang waktu
kecil kau rawat belum bisa membalas apa-apa selain doa. Semoga engkau selalu
dikuatkan.
*Ning kosan nduk?
**Hehe, nggih, senin besok pun masuk.
*Oalaah,
ho’oh. Sehat to?
**Alhamdulillah. Jenengan datheng rumah to?
*Ora, iki wis nyampe
rumah e uti. Iki lo ibukmu.
**Halo, assalamu’alaykum. Buk.
*Nduk, ning ndi iki? Ning kosan?
**Nggih, ning kosan.
*Mau dienteni kok ra telpon-telpon, lali ta?
**Hehe, mboten, tadi mbenerin speedy, internetnya mboten saged.
*Oalaah la sing mbayar
50ribu iku?
**Nggih, sik dibenerin. Ada siapa aja buk?
*Iki ana uti, bl ulin, bl
utik, jare bl ida mrene kok ga teko2.
**Loh, bl ida? Mbolos berarti adek2?
*Iyo. Iki
lo, ngomong karo uti ta?
**Hehee, ngomong apa?
*Lo, kok ngomong apa, ya tanya
sehat ta apa ta.
**Hehe.
*Sik.
*Halo, assalamu’alaukyum.
**Wa’alaykumsalam. Ti?
*Nduk, sehat?
**Alhamdulillah.
Uti pripun, sehat?
*He, ya alhamdulillah wis mendingan.
**Sampun berobat, ti?
*Wis,
sabtu ndek ingi.
**Dianter sinten ti?
*Karo bl ulin. Ning rumah sakit e pas rame,
dadi ra iso ngontrol gula e. ..... Sampean jerek e tas pulang nduk?
**Hehe, nggih
ti, ngapunten mboten ke blitar.
*Iyo ra popo, brp hari?
**10 hari ti di rumah.
Antara
sedih, nyesel, ngerasa bersalah.
Hening.
**Hmm ti, nggih sampu ti ngoten mawon,
mugi2 uti diparingi seger waras.
*Aamiin, dunga dinunga ya, nduk.
**Nggih ti. Nggih
sampun, assalamu'alaykum.
*Wa'alaykumsalam.
Nyoh.
Tes...
**Buk?
*Halo, nduk. ..... Sampean nangis ta?
** (sesenggukan) Ha? Mboten.
*Kok suarane bindeng.
**Mboten. Buk,
alamat e smp 3 apa?
*Jalan dr. Soetomo no 1 bangil 67153
**Nek pabriknya ayah?
*Yo gak
apa nduk, engko ben di sms ayah.
**Ooh nggih, lupa blm ditulis ternyata ada di form.
*Lha kapan dikirim e?
**Besok buk, jenengan doakan nggih.
*Lha sing daftar kaya sing wingi ikut ta?
**Mboten, yang kemarin dari pemerintah, ini dari perusahaan, kaya Sampoerna, gitu.
*Oalaah, lha sing kae?
**Pesimis buk. Nilainya turun. (mulai lagi)
*Lha pira nilaine?
**Sik ada yang belum keluar.
**Sik ada yang belum keluar.
*Lha tapi kan ana nilaine, pira nduk?
**Turun, buk, 3,xx (sambil sesenggukan tapi ditahan)
*Oh ya wis gpp, iku wis apik kok, pean ya wis berusaha, kegiatan e ancen akeh, saiki kan wis ngerti prioritas e. Gpp, ibuk biyen ya ga sampe sak mono, wis to, ibuk ga kecewa, ibuk lo gpp, apa meneh ayah, wis gausah dipikir.
Tapi, semua suara itu seakan terbang. Aku tidak bisa merasakannya. Hanya sesunggukan menahan peluh.
Ah.
Rabbi, sungguh hanya Engkau yang tahu apa yang terbaik bagi kami. Hanya, izinkanlah kami menjadi manusia yang bermanfaat, dan manusia yang selalu lebih baik dari sebelumnya.
Bismillah.
Yogyakarta, 9 Februari 2014
Jumat, 21 Desember 2012
Kamis, 17 Maret 2011
mimpiku malam itu ...
...dia akan mengantarku kali ini. aku harus cepat! dalam mimpi pun aku sadar, ini tak seperti biasanya! aku tak biasanya seperti ini. kenapa dia begitu membawa pengaruh besar terhadap degup jantungku kali ini?
dalam alam sadar, aku tertidur pulas dan memeluk erat guling kesayanganku, membelakangi jendela. kejadian itu terasa masih hangat walau aku berada di bawah alam sadarku. lalu aku bermimpi...
...dia benar-benar akan mengantarkanku! sebelum dia berhasil meraih motornya, entah apa yang terjadi padaku, tiba-tiba aku memeluknya! erat sekali...
ini tidak biasanya !
tepat ketika aku memeluknya dengan erat, alam sadarku membuat reaksi yang sama. aku memeluk lebih erat guling kesayanganku itu dengan sedikit membuat gerakan tambahan menjadi menghadap jke arah endela. entahlah...
lalu aku terbangun. dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhku, aku tetap memeluk erat guling itu, bahkan lebih erat dari sebelumnya. aku tidak bisa berpikir apa yang sedang terjadi padaku waktu itu. lalu aku melanjutkan tidurku. mimpi itu kembali menyapaku. tapi, ada yang berbeda. dia tak muncul kali ini. hanya ada aku, dan ia. tapi, aku tidak memeluknya seperti aku memeluk dia. dalam alam sadar, aku berpikir dengan keras, sebenarnya apa yang terjadi? apa yang mereka lakukan padaku hingga aku seperti ini? lalu, aku harus percaya pada siapa? pada mimpi yang membuat jantungku bekerja berkali-kali lipat dari biasanya ini, ataukah pada kenyataan yang terlanjur membelenggu kehidupanku ?
apf170311 -,-
dalam alam sadar, aku tertidur pulas dan memeluk erat guling kesayanganku, membelakangi jendela. kejadian itu terasa masih hangat walau aku berada di bawah alam sadarku. lalu aku bermimpi...
...dia benar-benar akan mengantarkanku! sebelum dia berhasil meraih motornya, entah apa yang terjadi padaku, tiba-tiba aku memeluknya! erat sekali...
ini tidak biasanya !
tepat ketika aku memeluknya dengan erat, alam sadarku membuat reaksi yang sama. aku memeluk lebih erat guling kesayanganku itu dengan sedikit membuat gerakan tambahan menjadi menghadap jke arah endela. entahlah...
lalu aku terbangun. dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhku, aku tetap memeluk erat guling itu, bahkan lebih erat dari sebelumnya. aku tidak bisa berpikir apa yang sedang terjadi padaku waktu itu. lalu aku melanjutkan tidurku. mimpi itu kembali menyapaku. tapi, ada yang berbeda. dia tak muncul kali ini. hanya ada aku, dan ia. tapi, aku tidak memeluknya seperti aku memeluk dia. dalam alam sadar, aku berpikir dengan keras, sebenarnya apa yang terjadi? apa yang mereka lakukan padaku hingga aku seperti ini? lalu, aku harus percaya pada siapa? pada mimpi yang membuat jantungku bekerja berkali-kali lipat dari biasanya ini, ataukah pada kenyataan yang terlanjur membelenggu kehidupanku ?
apf170311 -,-
Minggu, 13 Februari 2011
Selamat Ulang Tahun :))
tanggal 9 Februari 2011, alias kemarin, hari yang, yaa termasuk dalam hari2 ga jelas di kelas STEVEN (Science Three eleVEN) :D awal mulanya sih, hari senin kmrn w tau klo hari itu salah satu guru w ultah. ide usil w muncul ! *jeng jeng jeeenngg* , akhirnya ide w diterima khalayak ramai yang emg rada gila dan suka gila2an . *ting* ide tersebut baru bs terlaksana hari rabu kmrn , karna di hari itulah kami baru bs bertatap muka (apa dah?) lgsg dgn "do'i" hehe *piss*
Falah Failani . nama guru kami . sebenernya beliau baru semester dua ini siih, ngajar di kls kami, kelas yang terkenal dengan TERAMAT SANGAT rame SEKALI !! mohon dicatat itu, saudara-saudara ! ckck oke balik lagi, beliau itu guru kimia yang menggantikan bu Anjar yang pindah ngajar ke Mojokerto yang sebenernya w udah pernah siih diajar (bukan dihajar) pas w msh kls 1 yang juga cuman semester 2 nya aja yang *halah kebanyakan YANG* - - "
oke, hari rabu akhirnya tiba . hampiir aja kita gak jadi ngerayainnya , tapi alhamdulillah jadi :))
dengan persiapan yang, yaa . . . (jangan dibocorin disini deh :P) w dan tmen2 w sampai pada penantian berujung kami *ting* pas bu falah baru masuk, keributan pun dimulai. yang biasanya diem jadi rada mbleset, yang biasanya udah mbleset jadi tambah ga keruan, hahaa
setelah semakin lama membuat keributan yang benar membuat suasana kelas yang kacau menjadi lebih suram *loh* akhirnya sampailah pada titik akhir titrasi , adanya perubahan warna pada larutan (perubahan raut muka bu falah maksudnyaa hehe) dan, jengjeeng, pertempuran dimulai *loh*
begitulah, akhirnya kita berhasil ngebuat bu falah marah hihi *piss* awalnya kita takut bu falah marah beneran, tapi kita langsung diem seribu bahasa dan bu falah ngelanjutin peajaran bentar . abis gitu, *jengjeeng* "Selamat Ulang Tahun, kami ucapkan ... blablabla" :D w sampe terharu :'( kita berdoa bersama, nyanyi2, tiup lilin, bagi kue, de el el !! seru tw ih :D dan tak lupa, take a lot of pict !! :))
akhirnya jam terakhir hari itu diisi dengan kebahagiaan, yang semoga saja bisa terus berlanjut di kelas bersejarah kami, STEVEN :) love ya friends, love ya mam, love STEVEN, love yaa :*
Falah Failani . nama guru kami . sebenernya beliau baru semester dua ini siih, ngajar di kls kami, kelas yang terkenal dengan TERAMAT SANGAT rame SEKALI !! mohon dicatat itu, saudara-saudara ! ckck oke balik lagi, beliau itu guru kimia yang menggantikan bu Anjar yang pindah ngajar ke Mojokerto yang sebenernya w udah pernah siih diajar (bukan dihajar) pas w msh kls 1 yang juga cuman semester 2 nya aja yang *halah kebanyakan YANG* - - "
oke, hari rabu akhirnya tiba . hampiir aja kita gak jadi ngerayainnya , tapi alhamdulillah jadi :))
dengan persiapan yang, yaa . . . (jangan dibocorin disini deh :P) w dan tmen2 w sampai pada penantian berujung kami *ting* pas bu falah baru masuk, keributan pun dimulai. yang biasanya diem jadi rada mbleset, yang biasanya udah mbleset jadi tambah ga keruan, hahaa
setelah semakin lama membuat keributan yang benar membuat suasana kelas yang kacau menjadi lebih suram *loh* akhirnya sampailah pada titik akhir titrasi , adanya perubahan warna pada larutan (perubahan raut muka bu falah maksudnyaa hehe) dan, jengjeeng, pertempuran dimulai *loh*
begitulah, akhirnya kita berhasil ngebuat bu falah marah hihi *piss* awalnya kita takut bu falah marah beneran, tapi kita langsung diem seribu bahasa dan bu falah ngelanjutin peajaran bentar . abis gitu, *jengjeeng* "Selamat Ulang Tahun, kami ucapkan ... blablabla" :D w sampe terharu :'( kita berdoa bersama, nyanyi2, tiup lilin, bagi kue, de el el !! seru tw ih :D dan tak lupa, take a lot of pict !! :))
akhirnya jam terakhir hari itu diisi dengan kebahagiaan, yang semoga saja bisa terus berlanjut di kelas bersejarah kami, STEVEN :) love ya friends, love ya mam, love STEVEN, love yaa :*
Jumat, 19 November 2010
polisi , arrrrrrr !
dengan tinggi badan yang membuat saya sadar bahwa saya harus berolahraga dengan teratur , sore hari saya sepakat dengan teman saya untuk pergi renaang :D jam dua lewat kami pulang dr sekolah . setidaknya lebih awal dr keseharian saya yg dipastikan baru masuk rumah sekitar maghrib . pheew . sambil nunggu jam janjian , jam setengah emapt , saya mengerjakan tugas sejarah karna besaok ada ulangan juga , ckck . sambil mengerjakan , sambil terkantuk-kantuk . akhirnya saya berangkat . dengan kondisi yg setengah sadar , saya berangkat dgn setengah hati , entah kenapa . mengingat rumah saya yang berada tepat di belakang POLRES (Polisi Resort) , mau tidak mau saya harus lewat situ . dengan santanya , saya mengendarai motor kesayangan saya ♥ lalu , deg ! tiba-tiba beberapa polisi mengarahkan saya dan semua pengendara kendaraan beroda dua ke dalam polres . pheew . otomatis saya menyalakan lampu motor yg sebelumnya mati . untung masih sempat .. tapi , tidak berikutnya ! saya yg memang blm tepat 17 tahun , jelas saja belum punya SIM . dan akhirnya saua diproses , dan .... jadi terdakwa ! duh , ngimpi apa bisa jadi terdakwa , ckck . saya yang memang tidak terbiasa berbohong , akhirnya menyerah tanpa syarat kepada seorang polisi yang sedang memriksa kelengkapan berkendara saya . dan tentu saja saya mendapat hadiah Surat Tilang ! behh ..yaweslah , akhirnya dengan berbekal surat tilang saya melanjutkan perjalanan ke rumah teman . sampai disana , kami langsung berangkat menuju kolam renang . ternyata , kejadian tidak mengenakkan tidak berhenti di situ saja . kolam renang tujuan kami tutup . akhirnya kami berpindah temapt , dan , lagi-lagi tutup ! gosh ... yaudahlah , akhirnya kami sepakat untuk meluncur ke warnet untuk browsing tugas . dan , lagi-lagi kejadian tidak mengenakkan masih belum berakhir . sekitar 10 meter sebelmu warnet tujuan kami , ada operasi kelengkapan berkendara lagi ! godh , what the hell .. untung aja ada belokan sebelum kami masuk ke lubang singa untuk kedua kalinya . hosh >< hmm , mungkin memang bukan hari kami . akhirnya kami pulang dengan perasan yang ... kesal ! apalagi saya ! hosh >< dan saya mendapat dua tugas tambahan . pertama , sidang pengambilan STNK ! :o dan , pembuatan SIM ! eh tapi om , saya kan belum 17 taooonnnnnnn !!!!!!
*isi nya sama kaya blog pertama hakhakhak ♥
*isi nya sama kaya blog pertama hakhakhak ♥
Langganan:
Postingan (Atom)
-
| Bahagia itu sederhana, bukan? Pagi ini, sama seperti pagi biasanya. Berkutat dengan rutinitas seperti biasa. Tiba-tiba, saat mata ma...
-
Angin segar bertiup riang Menembus embun pagi yang malu-malu Daun-daun yang berguguran Ditemani percikan air hujan yang lembut Indah ...
-
Kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya, tetapi kejahatan terjadi karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah ! (Bang Napi )...
.jpg)





