Tampilkan postingan dengan label WorkLife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WorkLife. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Agustus 2018

Betapa Tidak Mudahnya

Betapa tidak mudahnya menjadi orang baik, yang ketika berusaha menyampaikan maksud dengan baikpun, terkadang masih ada yang menilai tidak baik.

Betapa tidak mudahnya menjadi orang baik, yang ketika melakukan kebaikanpun, masih ada orang yang menganggapnya hanya kepura-puraan yang disengaja.

Memang tidak mudah, mengabaikan persepsi manusia. Tetapi niat yang lurus, semoga menjadi timbangan tersendiri, bagi orang baik yang beramal baik.

Jangan takut menjadi orang baik.
Jangan ragu untuk berbuat baik.
Karena Allah tidak pernah menilai amal seorang hamba dari tanggapan orang lain, melainkan dari niat awalnya.

Lillaah.
Walaupun lelah, insyaaAllah berkah.

Tidak mudah.
Belajar ikhlas, supaya hidup lebih mudah.

Yes, it's a big note for myself.
Cheers! Cause everything's gonna be allright! 😉

Jakarta, 22 Agustus 2018

Ketika tetiba kepikiran (lagi) tentang hoax dan niat sharing informasi, heu. Anyway, Eid Mubarak! Semoga menjadi hamba dan pribadi yg lebih baik lagi! ❤

Senin, 14 Mei 2018

Berawal dari Kipas Angin

Setelah sekitar 4 bulan bertahan tanpa kipas di ibukota yang nggak dingin ini, heu, akhirnya...

Bukan karena nggak mau beli sih, tapi emang nggak bisa pake kipas angin, or we call it 'masuk angin' dkk. Yang pernah tinggal bareng pasti tau, saya orangnya anti banget kipasan, atau yaa paling kepaksanya kipas dihadapkan ke arah lain.

Tapii, entah mengapa beberapa waktu terakhir panasnya Jakarta luar biasa sampe bikin baju literally basah, ditambah nyamuk yg bikin bentol-bentol, akhirnya diputuskanlah untuk membeli, K I P A S A N G I N .

Sesepele itu sebenernya..
Cumaan, kadang dalam hidup kita suka 'terlalu' kekeuh sama diri sendiri, dan nggak mau mencoba mengerti keadaan. Padahal udah tau sebenernya diri kita butuh, tapi tetep aja merasa sok kuat dengan apa yang ada.

Sama kaya iman.
Kita tuuh sebenernya tau kekuatan kita cuman 'segitu'. Kita juga tau di luar sana ada banyak sarana yang bisa mendukung dan memudahkan urusan kita. Sayangnya, kita terlalu asik di zona nyaman. Jadinya, yaa gitu-gitu aja deh hidup kita, susah naik kelas heuheu~

Pokoknya, kalau mau berubah ke arah yang lebih baik mah, harus mau keluar dari zona nyaman. Buat dapet sesuatu yg "worth it" itu, nggak akan bisa kalo usaha kita juga nggak "worth it" kan?

Eh, kok panjang? 😂😂😂

Dan tulisan ini sesungguhnya adalah pengingat bagi diri sendiri heuheu #ntms

Senin, 19 Maret 2018

Silhouette

SIL•HOU•ETTE :// (N) 

The dark shape and outline of someone or something visible against a lighter background, especially in dim light.

-

Anyway, kamu tau nggak kenapa 'siluet' itu mostly terlihat sangat bagus, eye-catching, lagi instragam-able?

Kenapa?

Karena siluet itu diambilnya dari samping, yang sebagian.

Hah? Maksudnya?

Iyaaa, siluet kan, hanya memperlihatkan sebagian dari objek, bukan keseluruhan.

Lalu?

Itu, sama seperti ketika kita melihat orang lain, atau orang lain melihat kita. Hanya sebagian. Enggak pernah utuh. Hanya orang-orang tertentu, semisal keluarga, yang tahu benar-benar tentang kita. Atau bahkan, merekapun enggak tahu. Hanya Allah yang tahu. Bahkan, bisa jadi lagi, diri kita sendiri, belum tentu memahami jati diri yang sesungguhnya.. Jadi, ya gitu. Kadang, prasangka orang hanyalah sebatas persepsi yang tidak terbukti. Karena, mereka cuma tau sebagian aja dari diri kita.

Hmm begitu rupanya. Lantas?

Benarnya sih, yaa kita enggak perlu lah menceritakan diri kita ke orang lain, apalagi sampai membagus-baguskan diri di depan orang lain. Sama sekali enggak perlu. Karena,

Karena yang menyukai kita nggak membutuhkan itu, dan yang nggak menyukai kita nggak akan percaya itu, kan?

Yak, benar sekali, layaknya quotes dari Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Sebentar, terus, kita kudu gimana?

Lakukan yang memang kita sadar ingin dan butuh kita lakukan. Bukan karena orang lain. Tapi karena Allah. Karena nilai dan prinsip yang kita pegang kuat-kuat.

Sanggup?

Mungkin kalau sendiri enggak, tapi kalau barengan, semoga lebih bisa deh~

-

Okey, percakapan yang agak absurd. No father-father. Yang penting kita sama-sama paham, kalau hidup bukan cuma ngalir, apalagi cuma demi orang lain. Ada masa depan lebih besar yang sedang kita perjuangkan. Let's hit the book! 😎


#ntms

Selasa, 06 Maret 2018

Mars BMKG

Kami BMKG, handal dan terpercaya
'Tuk mendukung keselamatan masyarakat kita
Pengamatan yang tepat, data-data akurat
'Tuk membangun Indonesia yang aman dan nyaman

Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Kualitas Udara
BMKG handal, BMKG tanggap
Demi Indonesia

Kami pun berjanji, bersatu 'tuk mengabdi
Bagi negara dan dunia, setulus jiwa
Itulah semangat kami, dalam kata dan aksi
T'lah tertanam dalam hati, semangat yang tinggi

Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Kualitas Udara
BMKG handal, BMKG tanggap
Demi Indonesia

Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Kualitas Udara
BMKG handal, BMKG tanggap
Demi Indonesia

Demi Indonesia


.
.
.

Audio dan cerita lainnya menyusul 😁

Rabu, 21 Februari 2018

Berkelana di Ibukota

Haaai akhirnya aku sampai kosan meski lewat maghrib wkwk. Sebenernya mau nulis yang lain tapi gapapa lah ini terlalu seru untuk dilewatkan 😂

Jadi ceritanyaaa, selasa kemarin motorku datang dari Jogja. Sebenarnya udah dari hari jumat, tapi karena ku harus pergi ke Serang dlsb, jadi baru diambil di sekitar Senen hari selasa pulang kerja. Pertama kali ketemu si "Abang", kageeet hahaha. Kotor banget lah dia parah, blethokan gitu. Itu sekitar jam 5an waktu ibukota, tau lah yaaa macet2nya kek mana wkwk. Bermodalkan gmaps, akhirnya ku pulang dengan selamat hehe alhamdulillah jalannya familiar dan ga ribet karena kayanya siih pernah lewat.. Daan langsung sore itu juga ku cuci bersih biar dia sehat dan siap mengarungi kerasnya (?) ibukota ~

Beberapa hari bawa motor ke kantor. Kesannya? Enak siih wkwk karena lebih murah. Banget. Which is biasanya ngegojek kalo pake gopay dan harga normal (bukan peak hour) kena 12ribu PP, pernah lebih. Sedangkan bensin full sekitar 25ribu bisa dipake lamaaa, seminggu lebih sih kayanya karena jarak kantor-kosan sekitar 3km lebih dikit. Selain itu lebih fleksibel juga kalo mau mampir entah beli makan atau yang lain. Cuma ya beda yaaa, tinggal duduk di ojek sm bawa motor sendiri. Tapi karena udah biasa juga di Jogja dulu jadi pembalap jadi malah lebih suka bawa motor sendiri wkwk. Cumaaan, ada satu hal sih yang sedih hahaha, stasiun deket sini ga ada parkiran jadi tetep harus gojek, dan harganya naik, biasa 8ribu kemarin 11ribu :((

Rasanya motoran di Jakarta?
Seru siiih hahaha melatih kesabaran bener dah 😂 karena sebenarnya macet bukan cuma di Jakarta sih yaa, dan alhamdulillah di daerah antara kos-kantor macetnya ga banyak, bahkan ga ngelewatin lampu merah sama sekali. Enaaakk alhamdulillah hihi. Cuma ya selain kitanya yang harus sabar, banyakin dzikir juga hehe, terus juga harus sigap dan ga boleh ragu. Karena selain bakal lama sampe, kita juga bakal diklaksonin teruuuss ama yang belakang hahaha. Bahkan nih ya, kita udah bener aja tetep di klakson, saking mereka pengen cepet -___- padahal mah ya, kalau mau sesuai aturan, harusnya bisa lebih tertib dan enak buat semua pengguna jalan, dan ga ngerugiin siapa2. Jadi ingat betapa kzl nya diriku di ringroad pas di Jogja, kalau ada mobil yang jalan di jalur lambat, tapi bikin dua lajur, which is sebenernya cuma muat satu mobil dan satu motor. Allahuakbar, rasanya kalo boleh pengen aku tabrak aja biar baret hahahaha jahat kali gue astaghfirullah :( tapi yaaa gimana yaaa, buat motor aja ngepas lhooo, malah dipaksa buat dua mobil. Njuk motornya suruh lewat atas mobil gitu ta? :(

Malah bahas di Jogja wkwk. Skip.

Oiyaaa selain yang tadi-tadi, yang penting juga dalam berkendara adalah, istiqomah wkwk. Elah , berkendara aja butuh istiqomah yeee 😅 Etapi bener lhoo, maksudnya tep istiqomah dalam menaati aturan. Semacam peraturan standar berkendara kek helm, lampu, surat dlsb, juga termasuk jalannya motor sebelah mana (ga masuk jalan busway -.-), lampu merah, dkk. Syusyah euy ternyata. Yaaa emang namanya istiqomah mah daridulu juga ga gampang yaaa :( tapi perlu dilatih euy. Semangat, Put! Kudu kuaaat.

Jadi, ceritanya, (calon) mamak-mamak satu ini, lagi galau abeeezzz gegara, belum nemu tempat belanja yang tepat gituh -,- Tepat means, murah hahahaha, dan lengkaap.. Karenaaa, entahlah orang2 ini suka kali belanja di mart-mart-an yang muahaaallll eeee gak ketulungan itu astaghfirullah T.T kalo dulu di Jogja mah (Jogja lagi Jogja lagi) buanyaakk yang murah hehe dan itupun masih sering kubanding2kan harganya, karena mereka deket juga kan, jadi hayuk aja cari yg diskon dlsb 🙈 500 yang berulang sangat berarti euy, apalagi anak kosan kan yaaa wkwk #mamakmamaklyfe

Singkat cerita ada keperluan mendesak yang harus segera dibeli gitu, dan udah sempet nanya ke beberapa orang dimanakah wakamsi (warga kampung sini) biasa berbelanja hehe. Awalnya mau ke Omi (koperasi kantor) aja dulu, seadanya, tapi karena tadi ada acara sampe agak sore gitu, Omi dah tutup. Dan pas udah belok keluar kantor langsung menyadari, eh sekarang ajadeh perginya, mumpung masih terang, dan sekalian aja gitu. Lalu ku searching lah di gmaps..

Nama tempatnya "Days" (alias Hari-Hari) di bahasa Indo-in wkwk (biar ga sebut merk, tapi naon bgt sih yak haha). Setelah melewati keganasan jalanan ibukota yang subhanallah banget yak jam lima sore, ditambah gatau jalan dan mengandalkan gmaps wkwk, ditambah pula letaknya yang unpredictable di dalam mall yang udah agak sepuh (?) dan menurutku agak ngeri sih sendiri (biasanya ga punya takut padahal hahaha cm ngerinya tuh lebih ke kriminal siih, bukan yg kek gitu..tau kan?).

Sampai dalam semacam jumbo mart nya, eeh bener ajaaa, harganya jauuuh bangeet sama yang di mart-mart-an deket kosan huhu. Langsuuung deh ngecek list barang2 yang dibutuhkan dan berkeliling. Alhamdulillaah mayaaan bangets, kusenang bisa menghemat puluhan ribu kali yaa kalo belanja segitu di sono :" tapi tetep ada yang belum kebeli siiih karena selain belum butuh banget, masih bisa diskip atau substitusi dengan barang lain, juga karena budget terbatas wkwk. Dan karena hari beranjak malam, mari kita segera pulang~

Jalanan ibukota setelah maghrib sekitar 18.30 kek mana? Hmm yhaaa gitu lah. Like, klakson everywhere, dude.! 😆 alhamdulillah mental map cukup aman lah yaa, jadi liat gmapsnya cuma sekali aja pas pulang. Yhaa udah cocok lah daftar driver ojol .-. Sebenernya masalahnya itu-itu aja sih, kesabaran menahan ego, karena lampu merah aja diterabas kan, apalagi yang ga ada traffic lightnya. Kebayang kan, kek mana orang2 rebutan biar dapat jalan duluan? Saya mah ngikut alur aja, karena kalo enggak, siap2 aja di klakson terus dr belakang haha.. Macet dikit juga di jalan arah Sunter-Kemayoran, biassaaa siih, setelah jalan besar tetiba jadi cuma satu lajur, jadi yhaa gitu, rebutan lagi wkwk.

Intinya mah, selama masih bisa jalan, jalan we lah. Asal ada tujuannya *yaiyalah. Dan yang jelas kudu bersabar polll. Ku jadi ingat di Jogja hampir selalu kzl sama mobil plat B karena mostly ngawur #eh hahaha, walau ada juga siih yang enggak. Eeh ternyata sekarang malah jadi orang sini (?) wkwk. Takdir Allah emang nggak ada yang tau yaa :"") malah kemana hahaha. Intinya sabar dan perbanyak dzikir di jalan, daripada di pake yang lain kan?

"Karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang."

Sekian tjoerhad kali ini. Seeya.

Ditulis, 12 Februari 2018
Selesai diedit seminggu lebih kemudian, wk.

Kamis, 25 Januari 2018

Hari Pertama

Syukur tak terhingga untuk Ia yang tak pernah alpa memahami setiap hal dari hamba-hambaNya. Doaku sebelumnya, di atas udara, diantara perjalanan, yang -katanya dan semoga - makbul, rasa-rasanya sudah diaminkan cepat oleh malaikat. Semoga. Khusnudzon itu, perlu kan? Wajib bahkan, apalagi terhadap ketentuan Allah.

Waktu Fajar, biasanya cukup ku tarik selimut tanda enggan memenuhi panggilan istimewa yang sungguh tak semua orang bisa merasakannya. Tapi fajar tadi, bahkan sebelum fajar, semesta melalui perintahNya seakan terus mengajakku, membisikkan lembut seruan-seruan yang aku mintakan, agar diri ini bisa kembali pulang, dengan sebenar-benar pulang. Ah, lain cerita lagi ini, karena akan panjang. Tentang perjalanan menuju pulang...

Pagi ini, semua kumulai dengan bahagia. Kekhawatiran-kekhawatiran yang sebelumnya kerap kupikirkan, telah kutitipkan pada Yang Maha Menjaga. Biarlah. Aku memulai dengan niat yang baik, dan semoga dapat menjalani dengan baik, dan selesai juga dalam keadaan baik.

Paginya pagi. Seorang bapak ramah mengantarku. Oh, ada lagi, sebelumnya seakan tahu saja hari pertama, aku mendapat 'tumpangan gratis'. Pertanda baik. Dan semua akan baik-baik saja. Semoga. Dan memang harusnya begitu.

Subuh tadi hujan. Jalanan basah. Suasana kota yang biasa penuh hiruk-pikuk pun lengang. Aku menghirup udara segar sedalam-dalamnya. Ah, lega sekali. Rasanya, ingin seperti ini setiap hari.
Tapi aku tahu, ini baru awal. Dan akan banyak hal menanti di depan. Mari siapkan dengan sebaik persiapan. Agar bisa berpulang dengan sebaik keadaan.

Terima kasih, Allah.
Terima kasih Ibuk dan Ayah dan Adik.
Terima kasih, semuanya.
Doakan aku.

Jakarta,
25 Januari 2018 07:40
A new place (and stories, and memories, and contributions, and many more) to be fought

Andika Putri Firdausy

Berkumpul di Jannah