Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dream. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2016

Three Years, Three Steps

Kyoto, 15 Desember 2013
It has been three years since that day ~
Saatnya kontemplasiii

Sejak perjalanan yang lalu, apa yang sudah didapatkan?
Apa yang sudah terlewati?
Mimpi bagian mana yang sudah tercapai?
Hmm rasa-rasanya diri ini masih terlalu jauh dari tujuan besar penciptaan :"

Jepang. Satu pengalaman yang menjadi buah dari berkumpulnya beberapa mimpi: naik pesawat, presentasi di luar negeri, jalan-jalan ke luar negeri, dan, of course, megang salju! Ehee. Agak kampungan? Biarin, daripada engga punya mimpi :p

Pulang dari Jepang, sama halnya dengan perjalanan jauh lainnya (katanya), membuat kita (saya) memiliki pandangan yang lebih luas tentang arti kehidupan. Pikiran jadi lebih terbuka, tidak hanya dalam tempurung Indonesia, terutama Jawa saja. Banyak pertanyaan-pertanyaan menemukan jawabannya. Banyak pula hikmah dari setiap kejadian yang terjadi, mulai dari tahap persiapan keberangkatan sampai kembalinya kami ke tanah air. Semoga bukan hikmah sesaat, ya. Tetapi benar-benar bisa menjadi pelajaran dalam menjalani kehidupan.
.

First, about partner.
Kyoto, 15 Desember 2013
Tau apa yang membuat saya bisa sampai di titik ini? Iya, orang-orang di sekitar saya. Kita tidak akan pernah bisa berjalan jauh jika sendirian. Memang sih, berjalan bersama-sama itu lamaaa banget. Sering gesekannya juga. Tapi, tujuan kita jelas. Dan ada sosok yang akan saling menguatkan dan mengingatkan kita di sepanjang perjalanan.

Dalam setiap tujuan dan pencapaian, saya lebih sering berpartner alias membentuk tim. Meski tidak selalu sama komponennya, tapi ada dua tim yang saya merasa sangat sejalan bersama mereka. Salah satunya, dan memang yang paling awal, adalah tim atau partner perjalanan saya ke Jepang.

Ke Jepang, zaman saya waktu itu (berasa udah berabad-abad aja :p), tidak semudah sekarang. Ngg, ini lebih ke perspektif dan euforia (?) siih. Dulu mah belum sebanyak sekarang informasi tentang dunia ke-luar-negeri-an baik yang konferensi atau exchange (atau sayanya yang dulu cupu banget yak? #eh). Dulu juga tidak segampang sekarang mencari sponsor, walaupun sekarang juga tidak bisa dibilang mudah. Dulu juga mah di tempat saya kuliah, apalagi mahasiswa muda-mudi ‘aneh’ banget kalau sampai ‘bertingkah’ ke luar negeri segala. Sesuatu deh. Makanya itu butuh perjuangan ekstra. Termasuk dalam menghadapi dinamika perkuliahan (baca: praktikum) di tahun kedua itu sesuatu syekalih. Dan dalam berjuang, sendiri itu engga enak. Serius. (Lain kali saya cerita bagian ini). That’s why we need journey’s partner. #tsaaah

Intinya mah, mencari partner yang sevisi itu sangat penting. Saya sangat bersyukur dipertemukan Allah sama partner yang luar biasa. Ima, Azza, Isna, dan Pipit, dengan segala kelebihan dan kekurangan, juga ke-luar-biasa-an mereka. Pengalaman pertama yang akan menjadi pelajaran bagi pencarian pengalaman-pengalaman selanjutnya. Meski pada akhirnya kita bersilang jalan #eaa, tapi aku yakin mimpi terbesar kita masih sama, fingers... :”) *tetibamellow.
.

Setelah partner, second is about work.
Kumamoto Univeristy, 13 Desember 2013
Setelah mempunyai ‘komposisi’ partner yang pas, pembagian kerja adalah hal yang sangat penting. Keduanya saling berkaitan. Kan ngga mungkin ya, kalau kita punya tujuan besar, tapi cuma diem-diem aja? Yah, itu mah sama aja ngga bakal dapat apa-apa. Kalau waktu itu sih, kami harus pandai-pandai ‘membelah diri’ dengan urusan paper, administratif ke Jepang, kuliah dan praktikum, organisasi, dan urusan pribadi kami masing-masing.

Kalau boleh jujur, IP saya semester tiga waktu itu adalah IP paling rendah selama saya kuliah :’D Kenapa? Karena saya sering bolos, hiks. Engga diing.. Sebenarnya itu hak saya siih, karena kan toleransi kehadiran 75%, jadi sayang aja gitu kalau disia-siakan #ngeles. Tapi jeleknya, saya jadi terlalu memaksimalkan, dan hampir di semua mata kuliah yang saya ikuti waktu itu saya absen 2-3 kali. Itu aja saya masih lari-lari mengejar berbagai tugas dan laporan praktikum, belum amanah organisasi juga. Seru lah pokoknya :3 Sampai saya yang paling tidak bisa begadang harus minum kopi dan masuk angin disusul demam karena harus menyelesaikan banyak hal.

Menyesal?  Oh, tentu tidak! Tapi tidak menyesal bukan berarti harus mengulanginya kan? Hehe.. Ambil hikmahnya aja: skala prioritas dan harus belajar mengurangi waktu tidur :) biar ngga kaya bayi yang banyak tidur wkwk (ini emang PR sejak lama dah -,-) Jadi, sebanyak apapun pekerjaan, tetap harus diselesaikan semua. Jika kita punya A, B, dan C yang harus diselesaikan, maka kita harus memberikan 100% ketika mengerjakan A, 100% ketika mengerjakan B, dan 100% juga ketika mengerjakan C. Karena, fokus itu sangat penting! Saya paling menghindari ketika kuliah disambi dengan mengerjakan yang lain. No! Selain itu tidak beradab (tidak sopan maksudnya ehee), itu juga mengganggu konsentrasi kita. Dan justru kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari yang kita lakukan. Saya juga sih mengejar keberkahannya aja. Toh kalau kita sedang berbicara di depan, juga pasti sedih kan kalau ada yang usrek  sendiri di belakang? Ini mah masalah lain lagi tentang bercermin, tapi penting juga dalam kehidupan :)

Cukup disitu? Hmm tidak juga. Sepulang kuliah dan menuntaskan amanah kampus, malam hari kami biasa berkumpul di ‘basecamp’ untuk membicarakan berbagai hal. Mulai dari persiapan keberangkatan sampai tentang mimpi-mimpi kami. Atau sekedar haha-hihi menghilangkan penat sejak sehari beraktivitas. Yang jelas, semua persiapan itu membutuhkan energi yang tidak sedikit. Menguras kantong sampe kering sekeringnya. Bahkan pernah menguras hati saking penatnya. *emang kamar mandi di kuras :D

Tapi kami yakin, semua lelah dan perjuangan kami akan terbayar lunas. Dan itu terbukti, bahkan surplus. :)
.

Last but not least, third is pray.
Kyoto, 15 Desember 2013

Pernah dengar pepatah ini: “If you work, you work. If you pray, God work.” ?

Yes, karena sebagai hambaNya, kita sudah barang tentu memiliki hubungan khusus yang tidak akan bisa diusik oleh sesiapapun jua. Tingkatan tertinggi setelah usaha adalah doa, baru setelah itu kita berserah diri. Doa adalah bagian yang sangat penting. Bukan hanya doa dari kita pribadi, tapi juga orang lain, terutama doa dan ridho dari orangtua kita. Terutama lagi, Ibu. Doa akan menjadi pembuka jalan yang akan melancarkan dan menguatkan usaha-usaha yang akan kita lakukan. Dan karena kita yakin bahwa jawaban dari setiap doa adalah “Iya”, maka berserah diri adalah ujungnya. Wis to, pokoknya mah, setelah usaha yang maksimal, doa maksimal, insyaAllah semua akan lancaaarrr dan hasilnya adalah yang terrbaiiik ;)
.

Jadi ini sih intinya, sesuatu yang besar didapatkan dengan pengorbanan yang besar jua.
Tidak bisa kita pengen ini-itu tapi yang dilakukan juga cuma itu-itu lagi, itu-itu doang. Mungkin bagi sebagian orang, konferensi mah gitu doang, sepele. Ke Jepang juga cuma situ doang, gampang. Tapi bagi kami, bagi saya utamanya, perjalanan ke Jepang memberikan hikmah yang luar biasa dalam diri saya. Tentu masih banyak hal yang harus saya perbaiki dari diri saya, tapi saya tidak bisa mengatakan bahwa tidak ada yang saya dapatkan sepulang dari Jepang, justru banyaak!

Soo, keep fighting on your dreams! Jaga diri (dan hati) supaya tetap on the track  dengan tujuan besar kehidupan *halah yang sudah kita bangun sejak awal. Penyesuaian dengan realita sedikit tidak masalah. Tapi bukan berarti kita akan menyerah dengan keadaan. Yang membuat kita berhenti hanya Allah, bukan kelemahan kita. Terlalu banyak alasan yang membuat kita harus lebih banyak bersyukur dan terus bekerja keras. Kalau kata Pak Dis sih; bersyukur dengan cara bekerja keras :D Selamat berjuaaang!
.
Semoga tulisan ini juga menjadi pengingat bagi diri agar senantiasa tegar dalam berjuang :’)

Selesai ditulis di Yogyakarta, 16 Desember 2016 23:52

Your Journey Partner,

Andika Putri Firdausy a.k.a #PutriPejuang a.a.k.a #FirdausyFighter

Sabtu, 30 Juli 2016

Tiga Perlima Indonesia

Indonesia ini, luaaas sekali. Terbentang dari Sabang sampai Merauke yang jaraknya 5428 km, lebih dari 75% jari-jari Bumi. Terdiri lebih dari 17.000 pulau sehingga menjadi negara kepulauan terbesar di dunia. Garis pantainya, terpanjang nomor empat di dunia. membentang lebih dari 80.000 km. Kalau yang saya lihat dari video di GNFI nih, kita sampai butuh waktu 37 tahun (tiga puluh tahun meeen!!!) untuk genap menjelajahi seluruh pulau di Indonesia jika setiap hari kita berpindah pulau (linknya disini). Lantas, jika Indonesia aja seluas itu, Bumi ini apa? Lalu Saturnus? Jupiter? Bagaimana dengan Matahari? Bima Sakti? Ooh baiklah, semua itu membuat kita semakin kecil. Kecil hingga tak terhingga. Sungguh Allah Maha Besar.

Oleh karena kita ini sudah kecil, boleh lah ya punya mimpi-mimpi besar. And yes, one of my big dream is Keliling Indonesia! At least, ke lima pulau besar di Indonesia lah~

Saya ini orang Jawa asli, dan tinggal di Jawa. Sekolah juga di Jawa dari TK sampai kuliah. Lalu, apakah berhenti sampai disitu? Penak men, jelas tidak. :D Tentu saya tidak akan membiarkan mimpi saya keliling Indonesia menguap begitu saja. Satu-satunya yang terlihat nyata adalah program di UGM yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata). Sebentuk program pengabdian masyarakat yang bisa dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. And yes, pastilah saya memilih ke luar Jawa.
*abaikanjudulnya*

Kenapa?

Rabu, 22 April 2015

Lost in Bangkok

It has been a long time since I realize that my heart is left behind in Bangkok! OMG!!!

Btw, post kali ini akan agak sedikit alay, maafkeun ><
Oke, saya akan menceritakan sesingkat mungkin serangkaian perjalanan saya ke Bangkok bulan lalu (karena kalau detail pasti nggak akan selesai :p). And the story began here...

Selasa, 07 April 2015

KAMU

Waktu yang mempertemukan.

Kita tidak akan pernah tahu arti sebuah pertemuan, apakah itu awal dari kesuksesan kita, atau justru kehancuran kita. Waktu itu sekitar bulan September 2013, ketika tiba-tiba sebuah pesan masuk ke dalam kotak masuk HP saya. Nomor yang tidak dikenal, mengenalkan dirinya sebagai adik angkatan yang ingin berkenalan dengan saya. Menarik, dari mana anak ini tahu nomor saya? Mengapa dia tetiba sms saya? Beragam pertanyaan menghantui, tapi toh waktu itu saya sedikit acuh, karena dia sendiri juga sibuk, berkali-kali diajak bertemupun belum bisa. Ya sudahlah, mungkin belum waktunya.

Minggu, 26 Oktober 2014

Bunga, Burung, dan Kupu-kupu

Bunga, Burung, dan Kupu-kupu

“Bunga tidak pernah tahu bahwa dirinya harum. Burung tidak pernah tahu kalau suaranya merdu. Dan kupu-kupu tidak pernah tahu kalau dirinya indah.”

Bukankah Allah telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna?

Seringnya kita lupa, bahwa penciptaan manusia pada dasarnya memiliki tujuan yang besar. Sebagai hamba Allah, dan tentu saja sebagai khalifah di muka bumiNya. Allah menciptakan kita di dunia, bukan hanya untuk bersenang-senang, apalagi bersantai ria, tetapi lebih dalam yaitu memakmurkan bumi ini, beramar ma’ruf nahi munkar. Banyak sekali hal yang bisa kita lakukan untuk melaksanakan amanah tersebut. Jangan pernah berpikir bahwa itu hal yang sulit, karena bukankah setelah kesulitan ada kemudahan? Dan hei, Allah tidak akan menguji melebihi kemampuan hambaNya, kan? So, lets do it, dude!

Senin, 18 Agustus 2014

Indonesia, ku? (2) : Kado Untuk Negeri

..IndonesiaKobarkan semangatmuKan ku bela sampai habis nafaskuJangan pernah menyerahSudah terlalu lama kita terlelapBangkit dan raih semua mimpi..
Dari Mata Sang Garuda - Pee Wee Gaskins
Sumber: tribunnews.com

Senin, 14 Juli 2014

Salah Musim

Angin segar bertiup riang
Menembus embun pagi yang malu-malu
Daun-daun yang berguguran
Ditemani percikan air hujan yang lembut
Indah 

Pagi yang terbalut oleh awan
Kelabu yang menari di angkasa
Berhimpun menyelimuti mentari
Mengajak hati bersemi-semi
Damai



Tujuh bulan yang lalu
Suasana yang sama, tempat yang berbeda
Aku berdiri terpaku menikmati ayat kauniyahNya
Sungguh, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


Sampaikanlah rindu ini, Rabb
Pada hawa sejuk di ujung sana
Sampaikanlah asa ini, Rab
Pada negeri tanduk di belahan sana
Kansai,
Kumamoto,
Kyoto
aku merindukanmu .



Yogyakarta,
14 Juli 2014 08.15


Andika Putri Firdausy


Kamis, 03 April 2014

Laskar GMIF 2014

Berawal dari poster ini...

Poster Open Recruitment GMIF

Alhamdulillah, Allah telah mempertumkan saya dengan keluarga baru yang superb!

SuperCamp #1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UGM 2014
Ada 15 orang yang menjadi anggota di GMIF 2014 ini, termasuk saya. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, hebat dan bersemangat. Juga kakak-kakak coach yang juga luar biasa. Mbak Birrul, Mas Maul, Mbak Mona, Mbak Tika, Mas Handi, dan lain-lain. Saya baru mengenal mereka, tapi saya sudah merasa sangat nyaman. Berada di tengah orang-orang luar biasa bukan hal yang bisa didapat semua orang. Saya sangat bersyukur meski saya (masih) bukan siapa-siapa.

Pada miniproject SuperCamp #1 kemarin saya menjadi seksi Humas/LO bersama dengan Sekar, sie yang baru pertama kali saya kerjakan karena biasanya hanya berkutat dengan kesekretariatan. Dan, luar biasa! Banyak hal yang saya pelajari, terutama cara berkomunikasi dengan bapak/ibu dosen. Juga, saya jadi mengenal beberapa dosen yang juga luar biasa

Oke, saya sudah diberi kesempatan oleh Allah dan saya tidak boleh menyia-nyiakannya!

Lakukan hal yang bermanfaat dan jadilah yang lebih baik!

Yogyakarta, 3 April 2014
10:37
Gedung S2/S3 MIPA UGM

Andika Putri Firdausy

Sabtu, 22 Maret 2014

Sakura

Suddenly, I miss Japan, again.
Now, the spring is coming, and Sakura - the cherry blossom - will blossom.
I hope, someday I'll be there. ^^

 File:Lake Kawaguchiko Sakura Mount Fuji 2.JPG

Beautiful, masyaAllah. ^^

Kumamoto Castle in the beginning of winter. Unfortunately, we couldn't meet the Sakura yet, but sometimes we will. InsyaAllah. ^^

Kamis, 09 Januari 2014

#5



Malam mulai menyapa. Dingin mulai merasuki sekujur tubuhku. Ini masih di Indonesia, put, gerutuku dalam hati. Saat ini bagianku menjaga barang-barang kami. Dua temanku sedang mengerjakan tugas di dalam, dan satu lagi sedang mendapat jatah tidur. Ya, kami sedang menanti fajar datang agar segera masuk dan terhindar dari gemerlapnya dunia malam ibukota. Kami baru akan menaiki pesawat besok pagi sehingga belum boleh melakukan check in dengan barang segudang. Baiklah, menggelandang dimulai disini!

Lengkap dengan laporan yang masih tersegel, aku duduk di pelataran bandara. Di hadapan sejumlah koper-koper luar biasa besar (dan berat). Malam ini luar biasa. Perjalanan yang tidak akan dilupa, karena kali pertama. Namun belum banyak yang berbeda karena masih di Indonesia. Bunyi klakson yang bersahut-sahutan sedari tadi di stasiun hingga sekarang di bandara, seakan bunyi-bunyian yang biasa. Tidak ada yang mau kalah, apalagi mengalah. Ah, manusia.

Ada beberapa orang yang juga sedang menggelandang seperti kami. Mereka menghabiskan malam ditemani segelas kopi, hangat di malam yang dingin. Sedangkan aku yang sendiri, hanya bisa gigit jari. Entahlah, sepertinya ada beberapa barang yang tertinggal, tapi semoga tetap bisa bertahan. Akhirnya aku membuka slayer yang awalnya kugunakan sebagai tanda pengenal koper sebagai syal dadakan. Cukup hangat, rupanya.

Sembari menulis aku mengamati sekitar. Sesekali menegok ke tumpukan koper-koper di hadapan, melihat sekilas keadaan orang-orang sekitar, berusaha menangkap raut baik dari setiap orang yang melihat ke arah kami. Dingin mulai menyapa lagi. Tetesan air hujan tidak terasa menemani. Segar, bau tanah. Namun kesegaran itu pada akhirnya harus kalah dengan aroma sengak asap rokok di sekitar. Ah, lagi-lagi manusia, semoga bisa jera dan mengambil hikmahnya.

Butuh beberapa penyesuaian dimulai dari sini, terutama kamar mandi. Haha, terlalu ndeso, mungkin. Kran airnya terlalu simpel hingga membuatku basah kuyup dan harus rela sedikit bersapa dengan dingin ketika angin menerpa. Anggap saja latihan, sebelum hawa musim dingin 5 derajat benar-benar menyapa. Gimme strength, Rabb.

Cukup. Aku ingin melanjutkan malam dengan menatap langit, dan menengadah. Sepertinya esok akan menjadi hari yang lebih indah. Ya, aku siap. Namun aku harus menyelesaikan tugasku, LAPORAN. Face the sleepy yeah!

Bandara Soekarno Hatta,
Jakarta, 8 Desember 2013 22:18
Andika Putri Firdausy

Sabtu, 21 Desember 2013

#2



Awan berarak, mengiringi langkah lima pemuda hebat pemimpin masa depan, semoga. 

Siang ini suasana berbeda di kereta. Kami hanya berempat, sedangkan satu kawan kami menunggu keberangkatan di tempat yang lain. Disinilah kami duduk selama kurang-lebih delapan jam. Mencoba “lari” dari rutinitas perkuliahan. Ah, semoga niat lurus dan tulus kami terjaga, Rabb.

Berasal dari latar belakang yang berbeda, tentu saja. Aku dan dua orang kawanku yang lain telah “bekerja sama” sebelumnya sehingga tidak banyak membutuhkan penyesuaian. Tapi tidak dengan dua kawan yang lain. Anggapa saja mereka newbie. Tidak, bukan bermaksud meng-eksklusifkan diri kami, hanya saja memang butuh penyesuaian dalam beberapa hal. Jadwal kuliah dan jadwal bertemu yang paling riskan. Pada akhirnya, kami semua harus rela pulang “larut” untuk menuntaskan semua ini. Haha, terdengar alay dan klise, mungkin. tapi, ya, begitulah. Dan semua cerita berawal dari sini.

Minggu, 08 Desember 2013

#1



Langit mulai gelap. Matahari telah kembali ke peraduan. Malam pun datang. Nada-nada melankolis mulai terdengar. Ah, besok waktunya, satu hari lagi saatnya. Ketika mimpi yang selama ini setia tegantung di atas langit, bagai daun, kini mulai terjatuh, ke pangkuan si empunya. Dia terwujud, dia terbentuk. Aku harap perjalan ini bukan hanya impian masa kecil, apalagi sekedar balas dendam akan nasib yang belum di tangan. Aku yakin, kita, memiliki tujuan yang lebih besar daripada semua itu. Keinginan, harapan, semua bermuara pada satu hal, kuharap. Meski jalan berbeda, tujuan utama haruslah tetap sama. Lagi, kuharap ini bukan sekedar jalan-jalan ala mahasiswa, apalagi sekedar mengalihkan dari kepenatan jam kuliah. Aku yakin, kita, memiliki tujuan yang lebih besar daripada semua itu. Sebelum pergi, mari luruskan niat!

7 Desember 2013 11:09 WIB

Rabu, 13 November 2013

Way

"Sudah kurasakan sejuknya hawa musim dingin di negeri matahari terbit.
Selamat Datang Para Pejuang Ilmu.
Bahwa ilmu-lah yang dapat meninggikan derajat seseorang setelah iman.
Bukan tahta, apalagi sekedar harta."

Salam, si jari manis.


When here is a will, there is a way.
Saat ini kami sedang "menguji" keampuhan kata-kata tersebut.
Laa haula wa laa quwwata illa billah: Tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah.
Dan bahwa Allah bersama orang-orang yang yakin dan percaya.
Dan Allah Maha Kaya.
Dan Allah  tidak pernah menguji melebihi kemampuan hambaNya.
Dan Allah selalu bersama kita.

Karena istirahat itu tempatnya di Surga kelak.
Mari berjibaku!

See you next month, J!

Allah bersama orang-orang yang yakin dan percaya. Bismillah.

Sabtu, 21 September 2013

Mahasiswa Fakultas Geografi UGM menjadi juara di MIPA Untuk Negeri (MUN) 2013


1

MIPA Untuk Negeri (MUN) merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh BEM Fakultas MIPA Universitas Indonesia dan merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk menyalurkan ide-ide kreatif dalam memajukan bangsa. Acara MUN 2013 ini dilaksanakan pada tanggal 2-7 September 2013 di Universitas Indonesia, Depok yang terdiri dari empat rangkaian acara, yaitu Grand Opening, Talkshow, Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia, dan acara puncak yaitu MIPA UI Awards pada tanggal 7 September 2013.
3

Tahap pertama dari MIPA Untuk Negeri diawali dengan proses seleksi Tulisan Untuk Negeri 2013 yang merupakan seleksi gagasan tertulis sebagai bentuk kontribusi terhadap permasalahan di negeri ini. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini adalah “Rancangan Konkret Mahasiswa Indonesia dalam Upaya Konservasi yang Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” terdiri dari 3 subtema yaitu Konservasi Energi, Konservasi Lingkungan, dan Pendidikan Konservasi. Ajang ini merupakan Kompetisi Tingkat Nasional yang diikuti oleh lebih dari 300 tim dengan masing-masing gagasan dalam bentuk abstrak dari mahasiswa di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil seleksi yang dilakukan oleh pihak BEM FMIPA UI terpilih 6 tim yang mewakili UGM dan 2 tim berasal dari Fakultas Geografi UGM.
2
Tiga orang mahasiswa Fakultas Geografi UGM berhasil meraih juara pertama pada Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia pada kategori poster subtema Konservasi Energi. Mereka adalah Andika Putri Firdausy, Azzadiva Ravi Sawungrana, dan Ima Rahmawati dari Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, UGM 2012. Mereka mengusung dua judul pada dua subtema Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia yaitu: “Estimasi Penempatan Sumber Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut di Kawasan Pantai Karst, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta” pada subtema konservasi energi dan “Penentuan Zona Mangrove sebagai Area Biofilter Alami  dalam Upaya Mereduksi Pencemaran Lingkungan di Pantai Utara Semarang”. Karya tulis pada subtema Konservasi Energi-lah yang berhasil mendapatkan juara dengan mengalahkan tim yang lain. Geografi Jaya! Geografi BISA! (FGE/Putri)

Sumber: Website Fakultas Geografi UGM
#SemakinCintaAllah, SemakinCintaGeografi

Rabu, 18 September 2013

UGM Raih Ilmuwan Biologi Kontributif MIPA UI Award 2013

UGM Raih Ilmuwan Biologi Kontributif MIPA UI Award 2013
Dosen UGM kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc meraih penghargaan sebagai Ilmuwan Biologi Kontributif pada MIPA UI Wrad 2013. MIPA UI Award merupakan salah satu rangkaian dari MIPA Untuk Negeri (MUN) 2013, 2-7 September di kampus UI Jakarta. Beberapa kategori lain yang juga diperlombakan pada kompetisi ini yaitu untuk kategori bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Geografi.
Budi Daryono menyisihkan nominator lain dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Ia menjelaskan predikat yang disandangnya antara lain dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jurnal nasional/internasional yang pernah ditulis, aplikasi jurnal/paper yang sudah dilakukan hingga penghargaan yang pernah diraih.
“Penghargaan dari luar UGM tersebut mudah-mudahan bisa memacu semangat dari peneliti lainnya untuk terus berprestasi,”kata Budi, Kamis (12/9).
Ia menambahkan kompetisi tahunan yang digelar oleh BEM FMIPA UI ini diharapkan bisa memajukan MIPA sebagai ilmu dasar. Selain itu generasi muda juga akan semakin tertarik untuk belajar MIPA.
Budi Daryono yang dikenal sebagai peneliti melon UGM ini sebelumnya telah meraih beberapa penghargaan internasional, seperti pada Young Scientist Award, The International Society for Horticultural Science (ISHS) (2001); Semi-Special Selection Award oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) (2001); Science and Technology Award dari Indonesia Toray Science Foundation (2008); serta Business Plan Competition PPI Jepang (2011).
Mahasiswa Fakultas Geografi Juara 1 Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia
Selain  berjaya pada level dosen, UGM juga meraih juara pertama pada Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia pada ajang tersebut. Tiga orang mahasiswa Fakultas Geografi UGM meraih penghargaan ini pada kategori poster subtema Konservasi Energi. Mereka adalah Andika Putri Firdausy, Azzadiva Ravi Sawungrana, dan Ima Rahmawati dari Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, UGM 2012.
Mereka mengusung dua judul pada dua subtema Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia yaitu: “Estimasi Penempatan Sumber Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut di Kawasan Pantai Karst, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta” pada subtema konservasi energi dan “Penentuan Zona Mangrove sebagai Area Biofilter Alami  dalam Upaya Mereduksi Pencemaran Lingkungan di Pantai Utara Semarang”. Karya tulis pada subtema Konservasi Energi-lah yang berhasil mendapatkan juara dengan mengalahkan tim yang lain.

MIPA Untuk Negeri (MUN) merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh BEM Fakultas MIPA UI dan merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk menyalurkan ide-ide kreatif dalam memajukan bangsa. Acara MUN 2013 ini dilaksanakan pada tanggal 2-7 September 2013 di Universitas Grand OpeningTalkshow, Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia, dan acara puncak yaitu MIPA UI Awards pada tanggal 7 September 2013 (Humas UGM/Satria AN)
First time, dan yang lain harus menyusul! Bismillah.


Bersama kontingen UGM di MIPA UNTUK NEGERI 2013, Universitas Indonesia

Source: Website UGM

Selasa, 10 September 2013

Mengejar Mimpi (Part kesekian)

Bismillah.
Semacam late post sih sebenarnya. Karena catatan lebih banyak saya tulis di handphone sembari mengisi waktu luang. Tapi, better late than never, right? Hehee
Oke, saya akan memperkenalkan dua sahabat saya ini. Mereka adalah orang-orang yang sangat bersemangat dan kreatif. Pokoknya superduper deh!

 

Minggu, 25 Agustus 2013

Mimpi ?

Mimpi itu...

Ingin bercerita sedikit tentang mimpi.
Pernah suatu ketika, sekitar 3 tahun yang lalu, aku memiliki sebuah mimpi. Bagiku, mimpi itu sah-sah saja dimiliki oleh anak seumuranku. Tapi...
Ya. Aku pernah bermimpi, berkeinginan dengan sangat untuk memasuki sebuah jurusan untuk kuliahku nanti. Wajar saja bagi seorang anak SMA sepertiku (dulu) memiliki impian seperti itu. Hanya saja, entahkenapa orang terdekatku seakan mencegah dan melarangku. Caranya bahkan bisa dibilang terlalu blak-blakan. Entah karena terlalu jujur, aku saja yang terlalu sensitif, atau memang begitu adanya? Entahlah. Yang pasti aku tahu aku ingin. Itu saja.
Lalu berikutnya, sepertinya aku sadar bahwa passionku memang tidak disitu. Aku mencoba ikhlas walau terkadang masih sedikit sedih dengan cara yang pernah kuterima. Lalu mimpiki berikutnya adalah ingin menjadi penulis. Lagi, mimpiku dipatahkan. Katanya, aku tidak berbakat menulis. Ada sesorang di dekatku yang lebih pandai menulis, lebih bagus tulisannya daripadaku. Sakit? Tentu saja. Belum apa-apa mimpiku sudah dipatahkan, bahkan oleh orang yang kupercaya sekalipun. Tapi yasudahlah, toh menulis itu bisa diman saja. Dan baru kusadari, mungkin hal itulah yang membuatku sering ogah mempublikasikan tulisanku. Mungkin. Entahlah.
Tetapi sekarang, ternyata aku bisa bergabung dengan salah satu organisasi kepenulisan. Ya meskipun porsiku masih sebagai anggota amatiran, tetapi tetap saja hal ini membuktikan bahwa ternyata mimpi itu masih ada.
Satu lagi mimpiku, adalah berkuliah di salah satu universitas ternama di negeri ini. Tak terlalu muluk, kan untuk seorang anak SMA?  Dan, ternyata aku mendapatkan dukungan, penuh. Bahagianya diriku. Tapi ternyata cerita tidak berhenti sampai disitu. (bisa dibaca di: http://andikaputrii.blogspot.com/2013/01/im-earth-doctor.html)

Pernah, seorang teman bercerita kepadaku. Dia bercerita akan mimpinya yang ini-itu. Akupun sangat antusias dan memberinya semangat. Lalu di akhir, dia mengatakan: "mungkin sebaiknya aku mengubur semuanya, mimpi-mimpiku sudah tidak berarti lagi. orangtuaku tidak menginginkannya..."
Sedih sekali hati ini mendengarnya, perih. Lalu kukatakan padanya, bahwa mimpi-mimpinya yang luar biasa itu, justru suatu saat dapat membuat orangtuanya bangga, dan bahkan meminta lebih dari yang dia lakukan. Dan alhamdulillah, setidaknya dia masih melanjutkan usaha untuk meraih mimpinya, meski aku tidak tahu lagi bagaimana ceritanya.

Satu hal yang kudapat dari mimpi adalah: Jangan pernah mematikan mimpi, atau bahkan menguburnya!
Tidak!
Mimpi adalah suatu hal yang harus terus dikejar, harus terus diperjuangkan. Kalau perlu sampai titik darah penghabisan.
Mengejar mimpi, itu tidak berarti hanya memikirkan dunia tetapi justru merupakan sarana untuk meraih mimpi abadi di akhirat. Ya. Masih banyak jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan semuanya: kebahagiaan dunia dan akhirat.

Raih semua mimpimu, jadikan ia sebagai jembatan menuju mimpi abadi di jannahNya.
Bismillah.

Minggu, 14 April 2013

"CAKKI" - Cake Ekstrak Kawis Kepulauan Indonesia



Pernah mendengar kata "CAKKI" sebelumnya ?
Bukan, ini bukan "Chucky" - tokoh boneka- yang serem itu.
CAKKI
adalah singkatan dari Cake Ekstrak Kawis Kepulauan Indonesia.
Merupakan sebuah inovasi pada jenis panganan - kue edukasi - dengan berbasis pada kearifan lokal.




Berkumpul di Jannah