Rabu, 18 September 2013

UGM Raih Ilmuwan Biologi Kontributif MIPA UI Award 2013

UGM Raih Ilmuwan Biologi Kontributif MIPA UI Award 2013
Dosen UGM kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc meraih penghargaan sebagai Ilmuwan Biologi Kontributif pada MIPA UI Wrad 2013. MIPA UI Award merupakan salah satu rangkaian dari MIPA Untuk Negeri (MUN) 2013, 2-7 September di kampus UI Jakarta. Beberapa kategori lain yang juga diperlombakan pada kompetisi ini yaitu untuk kategori bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Geografi.
Budi Daryono menyisihkan nominator lain dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Ia menjelaskan predikat yang disandangnya antara lain dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti jurnal nasional/internasional yang pernah ditulis, aplikasi jurnal/paper yang sudah dilakukan hingga penghargaan yang pernah diraih.
“Penghargaan dari luar UGM tersebut mudah-mudahan bisa memacu semangat dari peneliti lainnya untuk terus berprestasi,”kata Budi, Kamis (12/9).
Ia menambahkan kompetisi tahunan yang digelar oleh BEM FMIPA UI ini diharapkan bisa memajukan MIPA sebagai ilmu dasar. Selain itu generasi muda juga akan semakin tertarik untuk belajar MIPA.
Budi Daryono yang dikenal sebagai peneliti melon UGM ini sebelumnya telah meraih beberapa penghargaan internasional, seperti pada Young Scientist Award, The International Society for Horticultural Science (ISHS) (2001); Semi-Special Selection Award oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) (2001); Science and Technology Award dari Indonesia Toray Science Foundation (2008); serta Business Plan Competition PPI Jepang (2011).
Mahasiswa Fakultas Geografi Juara 1 Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia
Selain  berjaya pada level dosen, UGM juga meraih juara pertama pada Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia pada ajang tersebut. Tiga orang mahasiswa Fakultas Geografi UGM meraih penghargaan ini pada kategori poster subtema Konservasi Energi. Mereka adalah Andika Putri Firdausy, Azzadiva Ravi Sawungrana, dan Ima Rahmawati dari Program Studi Kartografi dan Penginderaan Jauh, UGM 2012.
Mereka mengusung dua judul pada dua subtema Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia yaitu: “Estimasi Penempatan Sumber Energi Listrik Tenaga Gelombang Laut di Kawasan Pantai Karst, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta” pada subtema konservasi energi dan “Penentuan Zona Mangrove sebagai Area Biofilter Alami  dalam Upaya Mereduksi Pencemaran Lingkungan di Pantai Utara Semarang”. Karya tulis pada subtema Konservasi Energi-lah yang berhasil mendapatkan juara dengan mengalahkan tim yang lain.

MIPA Untuk Negeri (MUN) merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh BEM Fakultas MIPA UI dan merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa Indonesia untuk menyalurkan ide-ide kreatif dalam memajukan bangsa. Acara MUN 2013 ini dilaksanakan pada tanggal 2-7 September 2013 di Universitas Grand OpeningTalkshow, Konferensi Ilmuwan Muda Indonesia, dan acara puncak yaitu MIPA UI Awards pada tanggal 7 September 2013 (Humas UGM/Satria AN)
First time, dan yang lain harus menyusul! Bismillah.


Bersama kontingen UGM di MIPA UNTUK NEGERI 2013, Universitas Indonesia

Source: Website UGM

Jingle SIGPW

Jingle SIGPW dengan lirik ini.
Semacam jingle yang membawa semangat dalam memperbaiki diri dan memimpin bangsa ini dengan jiwa geografi.
Geografi Jaya!
SIGPW berSATU!

Selasa, 10 September 2013

Mengejar Mimpi (Part kesekian)

Bismillah.
Semacam late post sih sebenarnya. Karena catatan lebih banyak saya tulis di handphone sembari mengisi waktu luang. Tapi, better late than never, right? Hehee
Oke, saya akan memperkenalkan dua sahabat saya ini. Mereka adalah orang-orang yang sangat bersemangat dan kreatif. Pokoknya superduper deh!

 

Senin, 26 Agustus 2013

Minggu, 25 Agustus 2013

Sekokoh Janji

Ini adalah potongan dari salah satu buku favorit saya, Dalam Dekapan Ukhuwah oleh Salim A. Fillah
Bagaimana ternyata ukhuwah dalam islam itu sangat menawan. Tidak pernah ada kebohongan, apalagi pengkhianatan. Tidak pernah ada namanya saling menyakiti. Semua dilakukan karenaNya, hanya karenaNya.

Dalam Dekapan Ukhuwah, page 410:

ASAS UTAMA dalam hidup berjama’ah yang sekokoh janji adalah kepercayaan.


Mimpi ?

Mimpi itu...

Ingin bercerita sedikit tentang mimpi.
Pernah suatu ketika, sekitar 3 tahun yang lalu, aku memiliki sebuah mimpi. Bagiku, mimpi itu sah-sah saja dimiliki oleh anak seumuranku. Tapi...
Ya. Aku pernah bermimpi, berkeinginan dengan sangat untuk memasuki sebuah jurusan untuk kuliahku nanti. Wajar saja bagi seorang anak SMA sepertiku (dulu) memiliki impian seperti itu. Hanya saja, entahkenapa orang terdekatku seakan mencegah dan melarangku. Caranya bahkan bisa dibilang terlalu blak-blakan. Entah karena terlalu jujur, aku saja yang terlalu sensitif, atau memang begitu adanya? Entahlah. Yang pasti aku tahu aku ingin. Itu saja.
Lalu berikutnya, sepertinya aku sadar bahwa passionku memang tidak disitu. Aku mencoba ikhlas walau terkadang masih sedikit sedih dengan cara yang pernah kuterima. Lalu mimpiki berikutnya adalah ingin menjadi penulis. Lagi, mimpiku dipatahkan. Katanya, aku tidak berbakat menulis. Ada sesorang di dekatku yang lebih pandai menulis, lebih bagus tulisannya daripadaku. Sakit? Tentu saja. Belum apa-apa mimpiku sudah dipatahkan, bahkan oleh orang yang kupercaya sekalipun. Tapi yasudahlah, toh menulis itu bisa diman saja. Dan baru kusadari, mungkin hal itulah yang membuatku sering ogah mempublikasikan tulisanku. Mungkin. Entahlah.
Tetapi sekarang, ternyata aku bisa bergabung dengan salah satu organisasi kepenulisan. Ya meskipun porsiku masih sebagai anggota amatiran, tetapi tetap saja hal ini membuktikan bahwa ternyata mimpi itu masih ada.
Satu lagi mimpiku, adalah berkuliah di salah satu universitas ternama di negeri ini. Tak terlalu muluk, kan untuk seorang anak SMA?  Dan, ternyata aku mendapatkan dukungan, penuh. Bahagianya diriku. Tapi ternyata cerita tidak berhenti sampai disitu. (bisa dibaca di: http://andikaputrii.blogspot.com/2013/01/im-earth-doctor.html)

Pernah, seorang teman bercerita kepadaku. Dia bercerita akan mimpinya yang ini-itu. Akupun sangat antusias dan memberinya semangat. Lalu di akhir, dia mengatakan: "mungkin sebaiknya aku mengubur semuanya, mimpi-mimpiku sudah tidak berarti lagi. orangtuaku tidak menginginkannya..."
Sedih sekali hati ini mendengarnya, perih. Lalu kukatakan padanya, bahwa mimpi-mimpinya yang luar biasa itu, justru suatu saat dapat membuat orangtuanya bangga, dan bahkan meminta lebih dari yang dia lakukan. Dan alhamdulillah, setidaknya dia masih melanjutkan usaha untuk meraih mimpinya, meski aku tidak tahu lagi bagaimana ceritanya.

Satu hal yang kudapat dari mimpi adalah: Jangan pernah mematikan mimpi, atau bahkan menguburnya!
Tidak!
Mimpi adalah suatu hal yang harus terus dikejar, harus terus diperjuangkan. Kalau perlu sampai titik darah penghabisan.
Mengejar mimpi, itu tidak berarti hanya memikirkan dunia tetapi justru merupakan sarana untuk meraih mimpi abadi di akhirat. Ya. Masih banyak jalan yang harus ditempuh untuk mendapatkan semuanya: kebahagiaan dunia dan akhirat.

Raih semua mimpimu, jadikan ia sebagai jembatan menuju mimpi abadi di jannahNya.
Bismillah.

Senin, 15 Juli 2013

"The Lost Java"




[Maaf Numpang Promosi]

NOVEL : "The Lost Java"

Sinopsis:
“Kehancuran dunia kian dekat, namun kematian sudah
mengintai jauh lebih dekat lagi!”
Bencana mengincar setiap nyawa. Iklim sempurna tak
lagi bersinergi dengan bumi. Banjir-banjir mulai berubah
status menjadi permanen. Ratusan pulau perlahan tenggelam
ditelan luapan air laut. Puluhan juta manusia digiring paksa
oleh bencana untuk mengungsi. Terlampau menyeramkan saat
menunggu detik-detik mencairnya es di kutub utara dan kutub
selatan yang notabene sebagai penyimpan 90% cadangan air di
bumi ini. Apakah dunia sudah mengetahui kengerian yang akan
terjadi setelahnya?


Petualangan novel bergenre science-thriller fiction ini
menyajikan tiga komponen yang digarap dengan serius berupa
“sisi keilmuan” yang dipadukan dengan adegan-adegan “pemicu adrenalin” yang menyedot habis “rasa penasaran” pembaca di
setiap akhir babnya. Dan tentu saja disempurnakan dengan
“romantika cinta” yang dibingkai apik dalam konflik yang
bertubi-tubi. The Lost Java lebih dari sekedar novel Sci-Fi.
Ceritanya dipersiapkan dengan matang. Jadilah alur dalam buku
ini penuh dengan jalinan yang syarat ketegangan, menyuguhkan
kepuasan tersendiri bagi para pemburu bacaan thriller.

Harga: Rp 63.000

*Stok di pasaran sudah habis. Ayo jangan sampai kehabisan! :D
Minat? Silahkan komen/PM:)

Berkumpul di Jannah