Rabu, 09 April 2014

e-KTP



e-KTP
Ini tulisan tidak ada hubungannya dengan pemilu, ya!
Hanya saja, di tengah hiruk-pikuk pemilu, mendengar cerita beberapa orang kawan mengenai pemindahan dapil saat pemilu dengan syarat yang terkadang belibet, kenapa kita tidak memanfaatkan “e-KTP” saja?
Saya masih sering bertanya-tanya sampai sekarang: sebenarnya, tujuan pembuatan e-KTP itu apa sih? 
Maksud saya, jika e-KTP itu digunakan sesuai tujuan aslinya, saya rasa, proses birokrasi menjadi lebih mudah, misalnya dalam hal pemindahan domisili untuk PEMILU (sekali lagi ini hanya contoh).
Setahu saya, pada awal digembor-gemborkannya e-KTP, sepertinya e-KTP ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu kehadirannya dan sangat diperjuangkan. Kami sekeluarga  sampai bela-belain pulang mudik cepat-cepat karena mengurus e-KTP yang katanya hanya bisa diurus pada waktu tertentu saja, dan akan segera diberlakukan. Konon kabarnya juga e-KTP mengandung semacam chip yang dapat melacak identitas pemilik.
Benarkah?
Kalau boleh, saya ingin membandingkan dengan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) UGM. KTM kami (mahasiswa UGM, red) merupakan kartu single card, yang bahkan sekarang semakin bertambah fungsinya. Selain sebagai tanda pengenal mahasiswa, kartu ini juga dapat digunakan sebagai kartu ATM, kartu pembayaran Trans Jogja, kartu peminjaman buku di Perpustakaan UGM, kartu GMC (Gadjah Mada Medical Center), dan entah apa lagi.
Saya rasa ini fungsi yang cukup banyak dan sangat membantu. Kita tidak perlu menggunakan banyak kartu, akan tetapi hanya perlu satu kartu yang multifungsi.
Lalu, e-KTP saya, apakah sudah demikian?
Hm, saya rasa belum. 
Harapan saya untuk e-KTP sih tidak muluk-muluk. Tidak harus multifiungsi seperti KTM di UGM. Yang terpenting adalah identitas yang jelas dari tiap penduduk Indonesia. Sistemnya benar-benar elektronik dengan kode-kode tertentu begitu yang dapat dilacak melalui sistem yang sama di seluruh daerah di Indonesia, sehingga dapat memudahkan ketika mengalami mutasi dan kawan-kawannya. Saya rasa banyak ahli yang lebih mengerti dibandingkan saya.
Ini hanya sekedar opini pribadi saya, terlepas dari bagaimana sistem di Indonesia saat ini. Semoga Indonesia menjadi negeri yang lebih bermartabat. Semoga Indonesia segera pulih, aamiin.

Yogyakarta, 9 April 2014 01:00
Andika Putri Firdausy

Sabtu, 05 April 2014


We always have our own way ^^ mhihihi, thanks to be a nice and superb little-sister! I love you!!! ♥

Semoga Allah selalu menjagamu, menjaga kedua orangtua kita, juga menjagaku. Menaungi keluarga kita dengan rahmatNya. Mengiringi langkah kita dengan ridhoNya. Menjaga kita, sampai kelak kita dipertemukan kembali di syurgaNya. Aamiin ya Rabb.

Allah, aku mencintai Allah. Aku mencintai Ayah dan Ibuk karena Allah. Aku juga mencintai adek karena Allah.

Allah, terima kasih atas segala nikmat yang Engkau berikan kepadaku, kepada kami. Izinkanlah kami menjadi seorang yang lebih baik lagi. Istiqomahkanlah kami di jalanMu, Rabb. Ridhoilah selalu langkah kami.


Yogyakarta, 5 April 2014 19:12

Andika Putri Firdausy
-sayainginpulang-


Resolusi #1

Bismillah.
Pagi ini, biasa saja, seperti pagi-pagi kemarin, sebenarnya. Hanya saja, saya merasa ada beban yang bertambah di pundak saya. Saya menghadap ke arah cermin sembari bertanya, "Apa yang sudah saya lakukan selama 20 tahun ini?"
Kemudian memori berputar. Waktu dimana saya masih menjadi anak kecil yang manis, juga bandel. Kenangan pertama yang masih saya ingat adalah, ketika saya, uti, dan akung Jabung, bersama. Saat itu usia saya sekitar tiga tahun, memakai baju merah, dan topi dengan kepangan rambutnya di belakang. Kami berfoto di sebuah sekolah dasar tempat Akung mengajar. Ya Allah, Akung, Uti, Putri kangen.. Semoga Allah surga-kan Akung, dan bertemu dengan Putri dan Uti, kelak. Terima kasih atas kasih sayang Akung dan Uti pada cucu pertama ini. :")
Lalu teringat ketika saya berumur sekitar 4-5 tahun, saat sekolah taman kanak-kanak. Kedua orangtua saya memiliki pekerjaan, sehingga pada waktu kecil saya tidak pernah ditunggu ketika sekolah, mengantarpun jarang kalau sedang masuk pagi. Biasanya saya bersama budhe, orang yang momong kami, saya dan adik sejak kecil. Waktu itu ayah libur bekerja (atau mungkin masuk siang, saya lupa) sehingga bisa mengantar saya ke sekolah. Seperti biasa, sebelum masuk kelas kami berbaris. Sembari berbaris saya terus memperhatikan ayah, mungkin karena saya merasa ini momen yang sangat jarang. Perlahan, kemudian ayah beranjak pergi, dan saya mulai menangis. Saya menangis dengan kencang karena tidak mau ditinggal ayah pergi. Kemudian saya dibujuk, tapi saya tetap menangis. Hingga entah bagaimana akhirnya, saya berhasil masuk ruang kelas. Ayah, Mbak sayang Ayah, Mbak sayang Allah karena Allah. Ayah, mbak kangen..
Lalu ibu. Entah saya harus menceritakan bagian yang mana. Ibu Ibuk, mbak kangen, maaf......

ps. maaf tulisan harus menggantung dan saya akhiri, saya tidak kuat kagi menulis. semoga Allah kuatkan pundak saya, semoga Allah istiqomahkan langkah saya.

Yogyakarta, 5 Apri 2014 05:28

Jumat, 04 April 2014

Selalu ada gejolak dibawah payung kepemimpinan
Keinginan yang membuncah dari segelintir orang yang haus kekuasaan
Selalu ada goncangan dibalik tabir muka tenang
Jiwa-jiwa yang rakus ingin meraup keuntungan
Tuhan, tolong kami
Selamatkanlah jiwa suci orang-orang yang ikhlas
Lindungilah hati jernih orang-orang yang rela
Sungguh kami tak ingin apapun
Hanya wujudnya damai di negeri ini
Yogyakarta, 4 April 2014 13:32
*disaat UTS Kartografi Digital ~

Kamis, 03 April 2014

ICAST 2013: "Nyelip" Part (Gallery)

PHOTO'S PART
-my gallery-
NB. mumpung ada koneksi :D
(ceritanya saya lagi nemu wifi yang superb kenceng kaya di Jepang, jadi harus dimanfaatkan mhihihi :3)

@Bandara Soekarno Hatta, seconds before take off with Ima's parents ^^

ICAST 2013 - Day 2 (Dec, 13th 2013) with Zhou Bingran from Shandong University, China

ICAST 2013 - Day 2 (Dec, 13th 2013) - After Closing Ceremony - US! :)

In front of the 100th Memorial Hall Building, Kumamoto University (GSC!)

ASO Farmland! ♥ Cool but cute :3 Dec, 14th 2013

Around ASO's temple ~

@Shrine (or temple?) :D Say "KUMAMOTOO!"

At Shrine ♥ nananina ~

ICAST 2013 ALL STARS ~ at ASO Daikanbou ♥

With Ms. Eriko Fuchino, the amazing one, thanks for everything! :)

View from Gate DOmestic (Jetstar), Kansai Airport

Alatas, the special one ♥

Finally arrive in Fukuoka, Dec, 10th 2013, with 9 celcius degrees :3

Cooking cooking ♥ Thanks Kumamoto Islamic Center and its people ♥

Kari Ayam made in Japan :D

Just beautiful!!! ♥

Say OOOOO!

ICAST 2013 - Day 1 - After Opening Ceremony 

In front of Kumamoto University Library ♥ Dec, 13th 2013

After shopping!

Deutschland ~ (in Japan? lol)

Kumamoto Castle with Ms. Nanik Anita :) Dec, 13th 2013

Kumamoto International Foundation (KIF Buliding)

SNOW! At Mount ASO! ♥

ASO's Farmland ^^

Laskar GMIF 2014

Berawal dari poster ini...

Poster Open Recruitment GMIF

Alhamdulillah, Allah telah mempertumkan saya dengan keluarga baru yang superb!

SuperCamp #1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UGM 2014
Ada 15 orang yang menjadi anggota di GMIF 2014 ini, termasuk saya. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, hebat dan bersemangat. Juga kakak-kakak coach yang juga luar biasa. Mbak Birrul, Mas Maul, Mbak Mona, Mbak Tika, Mas Handi, dan lain-lain. Saya baru mengenal mereka, tapi saya sudah merasa sangat nyaman. Berada di tengah orang-orang luar biasa bukan hal yang bisa didapat semua orang. Saya sangat bersyukur meski saya (masih) bukan siapa-siapa.

Pada miniproject SuperCamp #1 kemarin saya menjadi seksi Humas/LO bersama dengan Sekar, sie yang baru pertama kali saya kerjakan karena biasanya hanya berkutat dengan kesekretariatan. Dan, luar biasa! Banyak hal yang saya pelajari, terutama cara berkomunikasi dengan bapak/ibu dosen. Juga, saya jadi mengenal beberapa dosen yang juga luar biasa

Oke, saya sudah diberi kesempatan oleh Allah dan saya tidak boleh menyia-nyiakannya!

Lakukan hal yang bermanfaat dan jadilah yang lebih baik!

Yogyakarta, 3 April 2014
10:37
Gedung S2/S3 MIPA UGM

Andika Putri Firdausy

Rabu, 02 April 2014

#9 : Kansai, We're Coming! (Part 2)

...Continued...

Tengah malam mulai menyapa dan bandara sudah hampir tutup. Sedangkan kami dengan santainya berjalan. Haha, berasa artis yang sedang ditunggu penggemar, tapi bedanya ini ditunggu petugas imigrasi, greget! Karena kami membawa sejumlah barang yang butuh diperiksa, akhirnya kami berbelok terlebih dahulu. Yap, barang-barang hasil panen seperti sayur, beras, dan lain-lain harus diperiksa terlebih dahulu oleh petugas, karena di Jepang mereka sangat menghargai hasil panen petani.

Setelah diperiksa, kami bergegas ke tempat pemeriksaan selanjutnya: pemeriksaan dokumen. Satu per satu kami menghadap petugas. Pertanyaan yang diajukan seperti: berapa lama akan tinggal di Jepang, untuk keperluan apa, dan sebagainya. Petugas yang ada tinggal tiga karena sudah jam pulang, sehingga kami mengantri. Kerja mereka sungguh sangat efisien, cepat, namun tetap ramah. Jempol empat!

Setelah selesai, kami berlima melangkah keluar dengan tiga troli penuh barang-barang. Dan, yey, Welcome to Kansai!



Kemudian kami berkeliling, mencari tempat yang nyaman sebelum perjalanan panjang selanjutnya. Bandara yang sudah senyap membuat kami bebas memilih tempat. Akhirnya bagian paling utara bandara menjadi pilihan kami, lalu menggelar lapak. Benar-benar seperti milik sendiri. Sementara menata barang dan membersihkan diri, kami berkeliling sejenak. Karena jumlah kami ada lima, maka jadwal jalan-jalannya juga dibagi menjadi dua kloter: tiga orang dan dua orang.

Pagi menjelang. Karena udara cukup dingin dan memang sudah waktunya makan, akhirnya kami mengeluarkan seperangkat alat masak. As you know, selain kami membawa beras 5kg, masing-masing kami membawa 5 bungkus mi instan dan 5 bungkus mi instan cup. Kami juga membawa dua buah heater, dua kotak sosis, abon plastik per orang, dan entah apa lagi. Saya sendiri juga membawa lima batang coklat! Cukup menguras kantong siih, tapi lumayan untuk jaga-jaga ketika hawa dingin menyerang. Stok yang cukup lumayan menghemat biaya kami sebagai pelancong mahasiswa. Entah dapat disebut backpacker atau tidak, tapi kami menikmatinya.

Makanan pertama adalah popmie. Kami mengambil air dari drinking water yang ada di bandara. Bentuknya dari kran air, tapi bisa langsung diminum, mungkin semacam pureit disini. Kemudian berbekal colokan tranferan yang bisa digunakan untuk berbagai model colokan, kami memasak air dengan dua heater sekaligus. Dan alhamdulillah, breakfast is served! Dan kami harus cepat-cepat menghabiskannya. Jika tidak, maka hawa dingin akan merenggut kehangatan minya, mhihihi.

Berkumpul di Jannah